Saat harus kembali menjadi murid (2)

Seperti yang kutuliskan sebelumnya, pelajaran Bahasa Inggris selalu menjadi momok bagiku hingga lulus SMA. Diri ini pun merasa tidak mempunyai kepercayaan diri untuk berbahasa Inggris, sebab menerjemahkan text saja masih sangat kesulitan. Pada saat kuliah, ketika beberapa dosen memberikan tugas untuk menerjemahkan artikel berbahasa Inggris, diriku pun harus merogoh kocek lebih karena harus membayar penerjemah. Continue reading

Fieldtrip OXIGEN (Angkatan 6 Al-Multazam)_1

Efektifitas kerja. Itulah kata  yang terjadi di balik pelaksanaan fieldtrip kali ini. Berawal dari tuntutan anak-anak (murid) untuk mengadakan fieldtrip sebelum pelaksanaan UAS, beberapa wali kelas pun akhirnya sepakat untuk mengadakan fieldtrip ke Garut.  Hanya koordinasi informal yang membuahkan beberapa keputusan penting dalam pelaksanaan fieldtrip kali ini. Rapat khusus persiapan fieldtrip pun hanya sekali, beberapa jam menjelang pemberangkatan. Maklum, seluruh wali kelas adalah pasangan muda yang masing-masing sibuk dengan agenda pribadi. Bila tidak bisa menyiasati, tuntutan untuk segera melaksanakan studi wisata barangkali akan tertunda. Continue reading

My Speech

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Exelency Mr. Sahal Suhana as a founding father of Al Multazam Boarding School,
Respectable Mr. Didik Wiranto as the headmaster of Al Multazam Senior High School
Honorable all of teacher and staff in this school, and unforgetable all of my Student whom i love.

Firstly, let’s thank and pray unto our god Allah SWT, who has given us his mercies and blessings until we can attend this meeting without troubles and obstacles in this happy place and time. Secondly, may sholawat and salam always be with our prophet Muhammad SAW who has guided us from the darkness to the lightness.

Thirdly, i thank to M.C who has given me time to deliver my speech in front of the public. Standing in front of you all, i would like to present my spech under the title “Global Warming”

ladies and gentlement,
Lately, we feel the temperature in our room is so hot. Even at night, we often miss the cold that is rarely felt again. Some of article in the magazine or newspaper give information that the heat caauses ice in the polar melt and drown some of small island in the world. This condition not only happened in tropical country such us Indonesia, but also almost all of countries had the same thing. It called global warming.

ladies and gentlement,
The contamination of CO2 are main causes of global warming. CO2 come from motor vehicles fumes or the factories. Actually, co2 can be absorbed by plants in the forest. But the destruction of the forest in the world cause the absorbtion of CO2 is not optymal. increasing number of CO2 content in the air is triggered greenhouse effect which in turn causes global warming.

Global warming causes many problems in our live. there are famine, drought, flood, damage to ecosystem, elimate in crisis, heat waves, oceans warming, artic ice cap melting, sea levels rising, species extincion, extreme weather events, and increased earthquakes.

The effort to preventive global warming is reduce the polution.
some of way to reduce the polution are :
1. Choose the public transport when we go to everywhere.
2. choose the energy efficient vehicles
3. Saving our electric, because some of power plant use the fuel that can produce co2
4. reboitation our forest
Global warming is one of the important issue in our life…so let save our earth with go green.

That’s all for the time being. I hope that youu have understood my speech well. If you found many mistakes in my speech, please forgive me. And thak you very much for your nice attention. Finnaly may Allah SWT bless us forever. Amiin Amiin ya Robbal Alamin.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Catatan Menuju Pernikahan (7)

Silaturahim

Pernikahan sebenarnya adalah sesuatu yang sederhana. Proses menuju ke sana sebenarnya juga merupakan jalan yang simple. Diawali dengan proses lamaran, maka proses pernikahan bisa segera berlangsung apabila lamaran seorang laki-laki diterima oleh wali atau keluarga pihak perempuan. Sangat mungkin seorang laki-laki tertarik Continue reading

Catatan Menuju Pernikahan (6)

Ta’aruf

Seperti yang kutuliskan sebelumnya, diri ini menjalani proses ta’aruf beberapa hari setelah akhwat dambaanku siap untuk diajak hidup berumah tangga. Ta’aruf adalah salah satu tahap menjelang pernikahan yang semestinya dilakukan agar masing-masing calon mempelai mengetahui hal-hal mendasar mengenai calon pasangannya. Dalam proses tersebut, seorang ikhwan boleh menanyakan beberapa hal yang ingin dia ketahui mengenai calon istrinya, Continue reading

Saat Harus Kembali Menjadi Murid (1)

Bahasa Inggris. Pelajaran itu menjadi momok bagiku sejak pertama kali mendapatkannya di tingkat SMP. Bagaimana tidak? Pertemuan pertamaku dengan pelajaran ini bukan sebuah hal yang menyenangkan. Nah, pertemuan yang kurang mengesankan itu rupanya berdampak pada keseriusanku belajar bahasa Inggris di waktu-waktu berikutnya. Continue reading

Catatan Menuju Pernikahan (5)

Sabar

Sebenarnya diri ini hendak segera mungkin menikah begitu sudah ada calon pendamping yang sudah siap. Waktu itu,2  bulan sebelum bulan Ramadhan, calon pendamping sudah menyatakan siap menikah. Maka sesuatu yang realistis apabila diri ini menargetkan  bulan Ramadhan sudah menjalani puasa berdua. Namun rupanya Allah masih menguji hati ini. Beberapa minggu setelah ta’aruf, calon istriku harus melaksanakan tugas belajar di Jawa Timur sehingga tertundalah keiginanku untuk segera mengakhiri masa lajang. Continue reading

Catatan Menuju Pernikahan (4)

Komunikasi

Semenjak diriku merasakan jatuh cinta, hingga beberapa saat menjelang pernikahan, tak pernah sekalipun terucap dari bibir ini kata-kata “I love You” dan semacamnya yang ditujukan kepada akhwat dambaanku. Jangankan ucapan seperti itu, komunikasi dua arah pun hanya sekali, lewat SMS, itupun bukan dalam rangka mengungkapkan perasaan yang ada dalam hatiku. Itu bukan berarti aku mengesampingkan pentingnya komunikasi. Komunikasi adalah sesuatu yang sangat vital, termasuk bagi calon pasangan suami istri. Continue reading

Catatan Menuju Pernikahan (3)

Allah mempertemukanku dengan Dedy, adik kelas sewaktu SMA. Kami justru tidak pernah merasa kenal selama masih mengenyam pendidikan di sekolah itu. Ya, pertemuan itu mungkin tidak terjadi bila saja aku tidak bergabung dalam MALIKI—majelis Alumni kerohanian Islam. Intensitas pertemuan kami sebenarnya tidak terlalu sering. Hanya ketika ada acara-acara tertentu saja, misalnya ketika ada silaturahmi ke guru SMA. Namun ukhuwah itu begitu terasa. Setiap bertemu, kami seolah adalah sahabat akrab yang telah lama terpisah oleh jarak. Padahal dahulu pun kami merasa tidak pernah akrab. Mungkin kesamaan fikroh diantara kami yang membuat hal itu terjadi. Continue reading

Catatan Menuju Pernikahan (2)

Sungguh, kegagalanku pada usaha yang pertama tidak menyurutkan langkahku untuk menghikhtiarkan pendamping hidup. Yang ada justru semangatku yang bertambah. Telah dikhitbahnya dua orang akhwat yang diusulkan kepadaku memberi motivasi tersendiri bagiku. Artinya, apabila diriku berdiam diri terlalu lama, maka tidak menutup kemungkinan akhwat yang nantinya menjadi targetku tiba-tiba dikhitbah oleh ikhwan lain. Ah, sebuah pikiran yang buruk. Tapi tak apalah, biar diri ini termotivasi untuk cepat bergerak.

Ehm…. Kebetulan diri ini sebenarnya telah memendam rasa kepada seorang akhwat yang pada tulisan ini belum akan kusebutkan namanya.( Hehe.. tulisan ini dibuat saat khitbah belum dilaksanakan. Aku takut akan terjadi sesuatu yang tidak baik jika ada ‘oknum’ yang membuka-buka netbook-ku, lalu membaca tulisan ini). Getaran hati ini sebenarnya ada setiap kali berpapasan dengan akhwat itu. Sejak pertama bertemu. Continue reading