Cuci Konvensional, Mesin Cuci, dan Laundri.

Dalam hal cuci-mencuci, saya lebih sering mencuci secara konvensional daripada menggunakan Mesin cuci atau jasa laundri. Terus terang, ketiganya pernah saya lakukan—dan ini menjadi pengalaman tersendiri bagi saya. Untuk itu saya akan berbagi pengalaman dengan anda terkait kelebihan dan kekurangan tiga hal di atas.
1. Cuci Konvensional.
Kelebihan mencuci secara konvensional—adalah penghematan yang cukup signifikan atas ’kantong’ kita. Bagaimana tidak? Kita hanya membutuhka ember yang bisa dipake bertahun-tahun—air, deterjen/sabun cuci, serta tempat penjemuran. Biaya minimal yang kita keluarkan adalah uang sejumlah harga deterjen/sabun cuci yang kita gunakan (syaratnya: ember bisa kita dapatkan dengan miminjam, sedangkan air bisa didapatkan secara Cuma-Cuma di sungai). Selain itu, aktivitas mencuci secara konvensional berarti aktivitas tangan dan tubuh kita. Itu artinya, kita sedang BEROLAH RAGA. Otot tangan kita menjadi kuat, jantungpun terpacu untuk berdetak karenanya. He3…
Kelemahannya adalah—kita terlalu membuang-buang waktu dengan cara ini. Jika untuk ’mengocek’ satu potong baju dibutuhkan waktu 1 menit dan untuk membilas 3 kali dibutuhkan waktu 15 menit, maka 20 lembar pakaian membutuhkan waktu kurang lebih 35 menit. Waktu yang bagi orang tertentu cukup untuk menghasilkan uang 35 ribu.
2. Mesin Cuci.
Dengan mesin cuci, masalah waktu sepertinya tidak terlalu menjadi persoalan. Tapi coba qta simak: Maksimal 7 kilogram pakaian membutuhkan waktu sekitar 30 menit merendam, 5 menit mencuci, 15 menit untuk membilas, 5 menit untuk mengeringkan, 3 menit untuk mengalirkan air dan memindahkan cucian dari tabung cuci ke tabung pengeringan, sehingga total waktu yang dibutuhka adalah 58 Menit. Waw… ternyata lebih lama! Tapi ingat, selama masa perendaman cucian, mencuci, membilas, dan mengeringkan/memeras, cucian bisa kita tinggalkan (biarkan mesin bekerja, tak perlu diawasi). Artinya kita hanya butuh waktu 3 menit untuh mengoperasikan mesin atau memindah cucian dari tabung cucian ke tabung pengeringan (tergantung jenis mesin cucinya). Oleh karena itu waktu yang 55 menit bisa digunakan untuk hal lain. Bagi seorang penulis—waktu 55 menit bisa menghasilkan satu artikel lho…
Kelebihan yang lain adalah hemat tenaga. Berbeda dengan mencuci secara konvensional—yang akan menyebabkan kita cepat lapar meski belum lama makan.
Kelemahannya, selain biaya yang tinggi untuk membeli mesin—ternyata air yang dibutuhkan juga tak kalah banyak dibandingkan dengan mencuci secara konvensional. Tidak hanya itu, kita juga akan dibuat pusing dengan tagihan listrik yang membengkak. Hitung saja sendiri pengeluaran listrik untuk mesin cuci :
(Daya mesin cuci x lama mesin bekerja dalam sebulan, dihitung dengan jam )X biaya per satuan daya.
3. Londri
Mencuci dengan jasa londri sebaiknya menjadi alternatif terakhir. Ini bisa dilakukan kalau kita tidak mempunyai mesin cuci, tidak punya banyak waktu, atau tidak punya tempat yang cukup memadai untuk mencuci/menjemur pakaian. Dari sisi biaya, sebenarnya nggak mahal-mahal amat sih. Saat ini londri langganan ada yang memintar tarif 50 ribu per bulan, berapapun jumlah pakaian kita. Tak ada tenaga yang keluar, tak ada air yang berkurang, tak perlu pusing tagihan listrik yang membengkak, bahkan pakaian kotor kita bisa dijemput oleh sang penjual jasa. Memang jika dibandingkan dengan mencuci sendiri atau dengan mesin, angka 50 ribu tampak lebih besar. Tapi dari sisi waktu, jauuuuh lebih efisien.

Bagi orang yang cukup sibuk, alternatif 2 dan 3 biasanya menjadi pilihan utama. Tapi ingat, pilihan tersebut bisa berakibat buruk bagi kehidupan kita. Ingat, teknologi bisa membuat kita menjadi malas dan berperiaku konsumtif. Percaya atau tidak, kasus stress dan gangguan kesehatan (kolesterol, jantung, obesitas) pada masyarakat modern lebih banyak menimpa manusia yang memilih alternatif 2 dan 3. Ya, justru mencuci secara konvensional, selain bisa sambil olah raga, bisa pula menjadi sarana istrirahat bagi otak yang telah lama bekerja. Ini bisa mengurangi stress. Untuk itu, bagi anda yang terlalu sibuk bekerja, imbangi seluh aktivitas kerja anda dengan tetap berolah raga. Oh iya, Jangan lupa juga tetap berinfaq/shodaqoh dan membayar Zakat. Sebab betapapun kayanya seseorang—hidupnya di dunia tidak akan kekal.
”Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat” (Q.S. Nuur : 56)

3 Respon untuk Cuci Konvensional, Mesin Cuci, dan Laundri.

  1. oh begitu , kalau saya pribadi sih pilih yang cuci koknvensional aja soal nya lebih irit biaya nya
    kalau pakai jasa loundry untuk ukuran saya masih mahal

    Sama koq. kemarin aja pake mesin cuci krn kepepet! mendung terus….

  2. Tergantung istriku nanti mau nyuci sendiri atau beli mesin cuci (lho maksudnya ????)
    Soalnya tergantung produktivitas kita. Kalau waktu mencuci bisa lebih dimanfaatkan untuk produktivitas yang lebih dan menguntungkan kita bisa aja memanfaatkan jasa laundry atau beli mesin cuci, ya ga?

    lha ente mau milih yang mana?
    kalo si X, kayaknya lebih suka nyuci manual deh… sekalian diet.
    Nah… kalo si Z, dia kan bakat jadi aktifis sampe tua! kayaknya ente perlu mempersiapkan mahar berupa mesin cuci kalo memang ingin mengkhitbahnya… wuak kak kak kak

  3. Ya tergantung kerjaannya apa,klo kantoran sii emang konvensional bisa dijadiin ajang olah raga, tapi klo kerjaannya lapangan. Pagi udah capek badan capek otak, masih harus nyuci pake tangan, bisa-bisa nyari tukang pijit :p

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s