Valentine. Di bulan Februari ini, kata itulah yang barangkali paling banyak menghiasi media. Kaum muda pun penuh suka cita menyambutnya. Dari sekedar menyiapkan coklat atau bunga, hingga merencanakan acara pesta. Hari itu dianggap sebagai saat yang tepat untuk mengungkapkan cinta.
Namun Saudaraku, tahukah engkau bahwa dogma valentine sebagai hari kasih sayang adalah palsu? Ini jelas, sebab dalam agama kita tak ada tuntunan, dalil, atau aturan tentang hal itu. Valentine hanyalah hari kasih sayang semu. Bahkan lebih tepat disebut sebagai hari ajang pemuas nafsu.
Tak pernahkah kau sadari bahwa Valentine hanyalah jebakan setan? Lihat saja apa yang dilakukan muda mudi saat mereka merayakan. Tak perlu kuceritakan, sebab kuyakin kau pernah menyaksikan. Lalu cobalah kau perhatikan—mereka akan terjebak dalam berbagai kesesatan. Ya, dari sebuah perayaan—kemudian berbuntut dosa-dosa dan kemaksiatan. Bahkan tidak jarang, di antara mereka terjerumus ke dalam aktivitas perzinaan.
Kalau sudah begini, wanitalah yang menjadi korban. Lihat saja nanti—setelah sekian bulan—berapa banyak wanita yang ‘kebobolan’ setelah melakukan perbuatan yang dikharamkan, lalu dihadapkan pada dua pilihan: menikah dengan terpaksa—atau menggugurkan kandungan. Hhh…. tak ada yang didapatkan kecuali dosa dan penyesalan.
Dibalik semua itu ternyata ada yang tertawa. Ya, keuntungan finansial yang didapatkan dari ritual valentine jumlahnya luar biasa. Hitung saja berapa pemasukan hasil penjualan berbagai pernak-pernik, jasa, media, dan berbagai keperluan pesta dari jutaan manusia di sejumlah negara. Tidak hanya itu, hancurnya moral umat Islam, adalah berkah bagi mereka. Lemahnya umat islam menjadi kekuatan bagi mereka untuk bertindak semena-mena.
Saudaraku, valentine bukan sekedar urusan muamalah. Namun ini sudah masuk ke dalam ranah aqidah, sebab asal muasal valentine adalah dari ritual kabbalah—yang mungkin tidak disadari akibat penistaan sejarah.
Saudaraku, Rasulullah telah mengingatkan kepada kita agar jangan mengikuti perbuatan orang-orang kafir—jika tidak ingin dimasukkan ke dalam golongan mereka. Untuk itu, tak perlu kau mengikuti orang-orang disekitarmu yang merayakannya. Islam adalah agama kasih sayang—tak terbatas pada waktu, tak terkhusus pada siapa.
Saudaraku, pesan ini kusampaikan Karena aku mencintaimu.
(Untuk lebih jelasnya tentang kesesatan Valentine, silahkan baca Majalah Eramuslim Diggest: The Dark Valentine)
Weks…wah gaya penulisannya agak sama memang. Cuma nadanya saja. He he aku juga yang pertamax. Udah banyak yang ngasih koment ditulisan njenengan ya, Hm…selamat2.
Tadi aku dikasih coklat ma a anto. Katanya sisa lebaran kemarin. Namun, ga ada hubungannya dengan valentine. Ga terlalu ingat dengan hari itu karena bagi kami ungkapan kasih sayang bisa diungkapkan kapan pun. Islam kan agama kasih sayang. Kayak lagunya siapa ya?
Bedanya, kalo di blog ane koment ma postingannya banyak postingannya, nek di blog ente lebih banyak koment-nya. Artinya, blog ente lebih menarik perhatian. Selamat deh…
Lagunya Raihan… Islam agama kasih sayang…. ane gak hafal liriknya.