BINTANG
Berjuta banyaknya menghias bak permata
Kemilaunya saja cukup membuatku bahagia
Apalagi ketika secercah sinarnya menghampiri dipagi buta,
lalu membawa serta diriku mengarungi samudera.
Terkadang sinarnya meredup tak tampak mata
saat mendung menggantung di cakrawala
atau purnama menyaingi terangnya
dikala siang, sebab mentari turut serta.
Ah, kenapa aku membicarakan bintang?
Bumi yang dekat saja belum kepegang…..
artinya pasti dalem tuh…
sedikit bisa menyenggol saya..
heheheh
salam kenal mas…
saya juga bikin puisi tapi ga rajin..
hehehe
Lam kenal juga. Wah jadi malu…. ini bikinnya baru beberapa menit yang lalu, coz menanggapi FS dari seorang temen yang ngirim puisi.
bumi, akankah cerlangmu
membintang?
kala itu
aku
kometmu
sastroedi: Puisinya bagus mas!