Karena Aku Mencintaimu (5)

Saudaraku, pesan ini kusampaikan sebab aku merasa cemburu. Bagaimana tidak? Engkau begitu kucinta, namun aku tak lagi bisa merasakan cintamu. Engkau begitu kusayang, namun—setiap kali ku berada di dekatmu—ku merasa terganggu. Tidakkah kau merasa bersalah saudaraku? Apakah kau merasa bahagia dengan apa yang kau cintai itu—meski engkau merugi selalu? Kalau kau menjawab iya, berarti SUGGUH TER-LA-LU!

Sadaraku,  asap rokok yang mengepul dari bibir coklatmu hanya membuatku pusing kepala. Bahkan kini kulihat gigimu mulai berubah warna. Aroma mulutmu pun membuat orang merasa terganggu saat kau bicara. Tidak hanya itu, orang-orang disekitarmu juga ikut terancam bahaya. Tidakkah kau merasa berdosa?

Saudaraku, merokok hanya akan memberimu tiga  ketuntungan, selain semunya kenikmatan. Pertama, membuatmu merasa aman. Jika kau perlu bukti, tunggulah sekian tahun lagi—saat asap rokok yang kau hisap menyebabkanmu sakit-sakitan—hingga kau memerlukan sebuah tongkat untuk berjalan. Melihat tongkat yang kau pengang, seekor anjing pastilah ketakutan. Preman pun tak kan tega melakukan kejahatan.

Kedua, mencegah terjadinya pencurian di malam hari. Bagaimana tidak? Gara-gara rokok—kau terbatuk-batuk sepanjang hari meski telah berada di alam mimpi. Pencuri yang beraksi di gelapnya malam pun tak jadi beraksi karena mengira dirimu terjaga hingga pagi.

Ketiga, mencegah rambut beruban. Ya, ini tejadi lantaran penyakit yang kau derita, rambutmu belum sempat memutih saat kau dijemput kematian.

Saudaraku, kuyakin kau tahu betapa rokok sangat membahayakan kesehatan. Empat ribu-an zat kimia yang terkandung di dalamnya sungguh sangat membahayakan.  Perusahaan rokok pun telah jujur—bahwa hasil produksinya berpotensi menyebabkan impotensi, sakit jantung, paru-paru, dan membahayakan kesehatan ibu dan janin yang ada di dalam kandungan.

Saudaraku, banyak orang yang berfikir—rokok sangat  menguntungkan secara ekonomi. Dari cukai rokok, 0,3 persen pendapatan masuk ke negara ini. Petani tembakau pun tak pernah henti ketiban rejeki. Pengusaha rokok untung, itu sudah pasti. Ribuan buruh buruh pun terpekerjakan dan mendapat gaji.

Namun saudaraku, kerugian akibat rokok tak sebatas pada materi. Biaya pengobatan  penyakit yang ditimbulkan asap rokok sangatlah tinggi: 10 kali pemasukan cukai rokok ke negara ini. Gara-gara rokok pula, berapa banyak waktumu yang terbuang dalam sehari? Berapa jumlah orang yang kau-dzalimi?

Tahukah engkau, jika selama 20 tahun uang rokokmu kau kumpulkan—ada kemungkinan kau bisa naik haji. Mungkin kau akan menyanggah, sebab banyak juga perokok yang telah sampai di tanah suci! Kuberitahu kepadamu, bahwa fisik mereka tidaklah mumpuni. Sehingga meeski banyak kesempatan ibadah di sana, mereka minta diwakili.

Saudaraku, kegemaranmu merokok hendaknya segera kauhentikan—betapapun kau begitu mencintai hal itu. Ini kusampaikan karena aku mencintaimu.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s