Hari ini saya mengikuti pelatihan Strategi Menembus Peluang Kerja yang diselenggarakan oleh FISE UNY. Kegiatan ini sengaja diperuntukkan bagi alumni FISE UNY yang telah mengikuti yudisium pada bulan Desember dan Januari–agar mereka memiliki kesiapan yang lebih dalam memasuki dunia kerja. Tidak seratus persen mahasiswa yang diundang dalam pelatihan ini bisa menghadiri acara ini, mengingat ada beberapa alumni yang sudah tidak berkepentingan dengan acara ini. Maksud saya, beberapa alumni FISE memang sudah ada yang memasuki dunia kerja sejak belum lulus. Beberapa diantaranya adalah alumni mahasiswa dari Program Kelanjutan Studi, yang sebagian besarnya (bahkan semuanya) adalah guru mata pelajaran di SMP/SMA.
Sebenarnya menurut jadwal yang ada, acara sambutan sudah harus dimulai pukul 07.30 WIB. Namun entah kenapa, sambutan baru bisa dilakukan jam delapan kurang sedikit. Untungnya, pak Dekan yang memberikan sambutan b isa menyesuaikan waktu yang tersisa–sehingga jam 08.05 acara inti sudah bisa dimulai. Masalah kedisiplinan agaknya masih menjadi kekurangan di almamater saya ini. Memang tidak semuanya sih.. tapi kalau mengingat pengalaman dulu sewaktu menunggu Sub Bag. Kemahasiswaan yang baru buka pukul 09.30, kan rasanya jadi pengin nyeramahin para petugasnya (wah… kaya’ dai aja ngasih ceramah). Permasalahannya bukan saja karena ada mahasiswa yang merasa dikecewakan, tetapi keterlambatan itu akan berimplikasi pada perilaku mahasiswa kelak ketika mereka memasuki dunia kerja. Ya, kebiasaan tidak tepat waktu itu–akibat terjadi berulang-ulang–akan menjadi mindset seolah-olah hal itu diperbolehkan. Ya, mudah-mudahan saja oleh-oleh pak Dekan dari Jepang–bahwa salah seorang profesor di sana mengatakan kalau orang Indonesia pengin maju, syaratnya harus bisa tepat waktu–bisa menjadi batu loncatan untuk menjauh dari kebiasaan lama ini.
Materi pertama pelatihan ini adalah tentang strategi menghadapi tes wawancara. Terus terang saya salut dengan Bu Magdalena–selaku pembicara–yang bisa memberikan materi secara menarik, meski beliau sudah memasuki usia 70 tahun. Hampir segala sesuatu yang berkaitan dengan wawancara kerja, mulai dari pakaian, tindakan, hingga kemungkinan pertanyaan yang akan diberikan dikupas secara mendalam oleh beliau. Bu Magdalena memang sudah pengalaman betul dalam hal ini, baik sebagai trainer ataupun menangani seleksi pegawai secara langsung di beberapa perusahaan pemerintah dan swasta dalam negeri.
Materi kedua strategi pstikotest disampaikan oleh Mas Heri–maaf saya lupa nama lengkapnya, soalnya ketika posting tulisan ini, saya tidak membawa hasil pelatihan tadi. Trims Mas Heri, meski hanya latihan, saya yakin apa yang tadi disampaikan kelak akan bermanfaat bagi saya dan kami semua para peserta. Kami pun terkesan klosing dari mas Heri–yang berisikan motivasi–yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu ‘Laskar Pelangi’ bersama-sama. Ya, semoga kami menjadi Laskar Pelangi FISE UNY yang senantiasa berusaha mewujudkan mimpi….
(Maaf, untuk pemateri ke-3 da ke-4, tidak saya tulis ya. Sebab, pertama, materi tentang Kewirausahaan bagi saya kurang mengena, sehingga saya belum termotivasi untuk berusaha. Sangat berbeda ketika dahulu, di Masjid Al Mujahidin diadakan talkshow kewirausahaan dengan pembicara Ibu Pamela (pemilik Pamela Swalayan), saya benar-benar termotivasi–meski kini sudah lupa. Kedua, materi ke 4, hanya bersifat informasi, sehingga tidak ada yang mengesankan hati. Ketiga, saya sudah ngantuk sekali nih… mau tidur… )
buat temen2 alumni. saya bisa bantu temen2 jualan pulsa dengan menjadi dealer di pmreload
hub:0274 3042111 http:/pmreload.co.cc