Air dan Kedinamisan

Kalau kita berbicara tentang air, maka kita akan tenggelam ke dalam dunia pemaknaan. Maksudnya, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sifat-sifat air. Pada kesempatan kali ini kita akan mencari pemaknaan mengenai air.

Air adalah salah satu zat yang paling bermanfaat di muka bumi ini. Tanpa adanya air, mahluk hidup tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. Suatu penelitian membuktikan bahwa seseorang yang tidak diberi makanan bisa bertahan hidup lebih lama ketika kebutuhan minumnya dipenuhi. Sementara, orang yang tidak diberikan minum tidak bisa bertahan hidup lebih dari 30 hari. Hal tersebut memberi pengetahuan kepada kita bahwa betapa besar manfaat air bagi kehidupan kita.

Alangkah indahnya apabila kita seperti air, yaitu ketika selalu memberikan manfaat bagi orang lain. Ketiadaan kita menjadikan orang lain rindu, sementara kehadiran kita bagaikan seteguk air pelepas dahaga di musim panas. Keberadaan kita menjadikan berdatangan untuk mengambil manfaat dari kita. Sudahkan kita seperti itu?

Air adalah zat yang sangat dinamis. Ia akan berubah bentuk setiap kali dipindahkan ke wadah yang berbeda. Ia akan bergerak setiap kali mendapatkan sentuhan. Air juga akan bergerak manakala ada celah yang menghubungkannya dengan tempat yang lebih rendah. Namun ada yang istimewa dari dinamisnya air. Air tetaplah air walaupun ia berpindah tempat. Volumenya tetap sama walaupun bentuknya berbeda. Ia tetap menjadi dirinya sendiri.

Pernahkah anda melihat air yang telah terperangkap pada suatu wadah dalam jangka waktu yang cukup lama? Apa yang terjadi dengan air itu? Tentu saja kotor karena debu yang masuk tidak mungkin bisa keluar sendiri. Demikian pula, wadah tempat air itu lama kelamaan ditumbuhi lumut yang akan memperkeruh pemandangan. Nyamuk pun akan dengan nyaman menetaskan telur-telurnya di tempat itu. Mikroba yang tidak terlihat akan berkembang biak, kemudian menimbulkan bau yang tidak enak. Demikianlah apabila air tidak bergerak. Ia akan kehilangan jati dirinya. Bukan manfaat yang diperoleh darinya, melainkan penyakit yang menjadi akibatnya. Namun air tidak selamanya bergerak. Kadang ia berhenti sejenak, menunggu lubang terisi—hingga ketika sudah penuh, ia kembali bergerak. Air menyadari betul bahwa tujuan akhir perjalanannya adalah lautan yang sangat luas.

Sebagai manusia, kita tidak mungkin hidup tanpa bergerak. Mulai dari berdetaknya jantung yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh, hingga aktivitas oragan tubuh lain yang menunjang kehidupan kita. Manusia pun harus berpindah tempat agar kebutuhan hidupnya terpenuhi. Apa yang terjadi kalau manusia tidak pernah beranjak dari tempatnya? Ia akan seperti air. Kotor, bau, dan menjadi sarang penyakit. Maksudnya, orang yang tidak pernah beraktifitas hidupnya—statis, tidak ada peningkatan dalam dirinya. Tubuhnya cenderung mudah terkena penyakit. Akibat lebih jauh adalah ia akan tertinggal dari orang-orang di sekitarnya. Pada akhirnya menjadi sampah masyarakat yang justru menjadi beban orang lain.

Ada pula orang yang dalam hidupnya tidak pernah berhenti dari beraktivitas. Siang dan malam digunakannya untuk mencari penghidupan duniawi. Namun ia lupa bahwa kehidupan dunia tidaklah hakiki. Ia lupa bahwa tujuan hidup di dunia bukan sekedar untuk mencari harta. Padahal sebaliknya, harta adalah sarana untuk menunjang kehidupannya di dunia serta kehidupan sesudahnya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s