Ayo Nulis Blog

Saya pertama kenal dengan istilah blog justru ketika bersilaturahmi ke tempat teman. Waktu itu saya sebenarnya ingin mendiskusikan tentang skripsi yang hendak saya tulis kepada teman-teman satu jurusan yang kebetulan maen ke desa saya (kebetulan saya mempunyai teman kuliah yang satu desa dengan saya). Nah, dari silaturahmi itu, teman-teman saya jadi tahu kalau saya mengalami kebingungan dalam proses penulisan skripsi. Akhirnya salah satu dari teman menyarankan saya untuk mengganti tema skripsi yang sebenarnya sudah mulai saya tulis. Teman saya itu menyarankan saya untuk menulis skripsi dengan tema blog sebagai media pembelajaran. Mungkin dia menyarankan hal ini mengingat saya hobi banget dengan yang namanya maen komputer. Tidak hanya sebatas saran, teman saya itu juga memberikan salah satu alamat blog kepada saya yang bisa dijadikan rujukan seperti apakah penggunaan blog dalam dunia pendidikan itu.

Sebelumnya (atau tidak lama setelah itu  ya? saya lupa!), saya mengetahui istilah blog dari film yang saya tonton bareng-bareng di Kost. Judul filmnya I am not stupid too 2. Saya sungguh terkesan dengan film itu. Film yang lumayan mendidik. Nah, salah satu tokoh utama dalam film tersebut adalah seorang siswa yang jago membuat blog, bahkan berhasil menjuarai kontes blog antar siswa di Singapura sana (ini memang film dari Singapura—suatu saat dech.. InsyaAllah film itu tak bahas di blog..).  Nah, tidak lama setelah itu saya kebetulan sering menemukan tulisan-tulisan tentang blog (terutama di Suara Merdeka–halaman 20 di rubrik koneks). Saya jadi tahu betapa blog–di masa-masa yang akan datang akan menjadi trend bagi masyarakat dunia. Akhirnya saya tidak ragu untuk menulis skripsi tentang blog. Meski skripsi yang saya tulis tidak sempurna, Alhamdulillah–dosen penguji/pembimbing begitu menghargai ‘terobosan’ yang saya buat. Dan sekarang–saya sudah lulus.

Setelah lulus, saya menyadari bahwa blog yang saya buat untuk media pembelajaran ternyata belum sesuai dengan fungsi blog sebenarnya. Tapi tak apalah…justru dengan apa yang saya ketahui—sekarang  ini saya jadi ketagihan menulis blog. Menulis blog sangat beda dengan menulis di media cetak—yang harus menunggu antrian, atau menunggu kualitas tulisan yang layak terbit. Menulis blog tidak seperti itu. Kita bisa mengatur  sendiri kapan tulisan akan kita terbitkan. Kalau kita menyadari adanya kesalahan, sewaktu-waktu bisa diedit. Orang lain pun bisa langsung memberikan komentar atas tulisan-tulisan kita. Yang jelas, ketika menulis blog, kita dilatih menjadi seorang jurnalis, penata grafis, editor, sekaligus pemimpin redaksi. So, yo nulis blog!

Satu Respon untuk Ayo Nulis Blog

  1. siip.. Lg seneng2nya maen blog jg nih,, :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s