Beberapa waktu yang lalu, saya menulis artikel tentang Ponari, si dukun cilik dari Jombang. Pemberitaan di media yang begitu gencar tentang Ponari memang membuat jemari lentik saya terasa gatal untuk sekedar menari di atas keyboard. Sebab sudah terlalu banyak hal tentang anak kecil itu terekam dalam memori saya—yang jika dibiarkan begitu saja justru akan membuat hati ini bergejolak. Namun apa yang akan saya tulis pada kesempatan kali ini sama sekali bukan karena saya sudah hafal dengan berita ini. Malah saya baru beberapa jam yang lalu menyaksikan tayangan berita ini di TVOne—TV favorit saya. Saya pun tersenyum geli saat menyaksikan tayangan berita itu—seperti halnya bang Alfinto beberapa saat setelah membaca dan kemudian mengomentari berita itu.
Kali ini kota Blitar yang menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak? MUI di daerah itu sedang terusik dengan munculnya aliran Dununge Urip yang salah satu ajarannya dapat memberikan tiket masuk surga. Weleh weleh… Emangnya, surga milik nenek moyang mereka? bukannya Al Quran dan Sunnah sudah jelas-jelas memberikan banyak ‘tips’ kepada orang beriman tentang bagaimana supaya bisa masuk ke dalam surga?
Makanya Mbah, kalau pergi ke pesantren tuh jangan cuma jalan-jalan atau nyari berkah! Fokuskan tuk cari ilmu—ngaji yang bener—biar nggak keblinger. (lho koq malah saya yang kasih nasehat….)
apaan tuh tiket masuk surga lw ngasih makan orang lain aja ga mau!!!
berbelas kasihan aja ga mau! mendingan yang gampang ga usaha
masuk neraka aja lo!!!