kini giliranku mengirimkan bait-bait salam lewati celah-celah kesempatan yang kadang tergusur oleh sikap tak teratur.
maka kujumpai bait-baitmu menyambut dengan pesta kata, mengundangku kembali mengengguk makna yang terpendam dalam mutiara kata hatimu.
sayang, bait yang kubawa tak mampu membawamu ke angkasa.
Lokasi Pengunjung
Almanak
-
Tulisan Teratas
Arsip
-
Komentar Anda
Ululazmy on Dampak Negatif Pacaran satman doma on Dampak Negatif Pacaran Feri Adriyanto on Calo Terminal Cirebon: Kedzali… Hamba Allah on Dampak Negatif Pacaran Adha Nabiel Ahmad on Dampak Negatif Pacaran Liynha Fazriyanti on Dampak Negatif Pacaran yogo prapto widodo on Dampak Negatif Pacaran dyana on Dampak Negatif Pacaran -
Tulisan Terbaru
- 10 – 0? Alangkah Malunya Negeriku
- Saat harus kembali menjadi murid (2)
- Fieldtrip OXIGEN (Angkatan 6 Al-Multazam)_1
- My Speech
- Catatan Menuju Pernikahan (7)
- Catatan Menuju Pernikahan (6)
- Saat Harus Kembali Menjadi Murid (1)
- Catatan Menuju Pernikahan (5)
- Catatan Menuju Pernikahan (4)
- Catatan Menuju Pernikahan (3)
- Catatan Menuju Pernikahan (2)
- Catatan Menuju Pernikahan (1)
- Nikah Tanpa Pacaran? Bisa kok!
- SMS Penipu??
- Butuh Motivasi
- “YES” “NO”
- ‘TEROR’ DI PLANET BUMI (Saat Hijaunya Hutan Hanya Menjadi Sebuah Legenda)
- Duh, Inikah Indonesia?
- Ulang Tahun
- “Guru-guru Kok jadi aneh ya…”
- Karna Kita tak Pernah lulus TK
- Sepenggal Kisah
- Sore yang tertunda
- Sibuk Vs Semangat
- Saat gelar “Almarhum” melenyapkan gelar sarjananya
- Ada Huruf ‘b’ di Tandatangan-ku
- Saat siswa-ku menangis
- Realistis
- Hantu-hantu di Musim Kemarau
- Pijat Refleksi
- Sidak
- Selamat Idul Fitri 1430
- THR
- Temon
- Nganggur
- Lagu
- Optimisme Yang Konyol
- Bunga
- SPP (2)
- Rindu Ramadhan
- Tips Membangunkan Anak
- Musyrif
- Cium Tangan
- Ijin
- Hijab….
- Jeritan Hati Seorang Agen
- Dampak Negatif Pacaran
- Untuk Para Keponakan (2)
- Pacaran & Perang Pemikiran
- Serabi Cibulan
- Gaji
- Imam
- SPP
- Sehat!
- Kata….
- Untuk Sahabatku di Hari Bahagia
- Merindu Ciremai
- Purworejo-Kuningan Perdanaku: Indahnya ukhuwah
- Calo Terminal Cirebon: Kedzalimannya Paling Kurasakan
- Sebegitu provokatifnyakah aku saat itu?
- Tetap Sahabat
- Memori Buah Kesemek
- Siaran
- Butuh Waktu
- Kubiarkan Kau Memilih Jalan Yang Berbeda
- Kalimat Tanya Untuk Sebuah Perintah
- Catatanku sehari yang lalu….
- Trauma ala kucing
- Pemilu ini mengajarkan keikhlasan…
- Bagiku Dia Pahlawan
- Kisah Lucu—Sekaligus Pilu—Menjelang Pemilu
- Puisi tuk Listrik Negara
- Pesan Nenek
- Siap Didzalimi, Siap Menang!
- Asa Manusia
- Catatanku Hari Ini
- Air
- Untuk sebuah kursi
- Letih
- Kala Kau Sendirian
- Sedikit bait untuk Madagumilang
- I LOVE U MOTHER
- Tentang Aliran Tiket Masuk Surga
- Ayo Nulis Blog
- Sejenak
- Air dan Kedinamisan
- Kelinciku yang malang
- Perbatasan
- Agar skripsi cepat selesai
- Catatanku Hari Ini
- Bintang
- Karena Aku Mencintaimu (5)
- Karena Aku Mencintaimu (4)
- Ayam dan Cobaan Hidup
- Karena Aku Mencintaimu (3)
- Karena Aku mencintaimu (2)
- Bahaya penggunaan ponsel dan cara mengantisipasinya
- Chatting, bisa dapet ilmu
- Karena Aku Mencintaimu
- Kisah nyata sebuah duka; Menggugat Peran tetangga
- Untuk para Keponakan
- Wahai Pemuda
- Ketika batu dipercaya
- Yasinan
- Menghindari Rokok = Menjaga Kehormatan Diri
- Cuci Konvensional, Mesin Cuci, dan Laundri.
- Pesan Untuk Murobi
- jalan-jalan
- Lemari Besi
- Puisi-puisi Di Tengah-tengah Buku
banyak terimakasih
buat sedikit bait
yang melangit
membuka gerbang dunia maya
sahabat dan persahabatan
inilah angkasaku
di sini aku, kini
mengarungi badai puisi
merenungi senjanya
di hati damai