letihku bercerita tentang masa lalu
saat salman al farisi membawa ide jitu, lalu nabi mengiya setuju
hingga usaha berbuah kemenangan saat itu.
letih menenggelamkanku ke dalam catatan sejarah
saat pejuang gigih melawan penjajah
meski darah harus tertumpah
letih membuatku terbang meraih mimpi yang kian mendunia
meski merajut asa tak semudah mengucap kata
letih meringankan langkahku menapaki tangga
menuju masa depan
sebab keletihan demi keletihan meski membuatku tertatih-tatih,
ku kian terlatih
tapi aku tak letih, Edi
membacamu
menghargaimu
dan puisi-puisi yang kian menggelitik kalbu
Edi :
begitulah puisiku..
kadang menggelitik kalbu,
kadang membuat syahdu
kadang memicu pilu,
kadang (bahkan lebih sering)… tak bermutu
oalah….edi…edi….seneng nulis puisi ye, akdang puisi hanya bisa dinikmati oleh sang penyair kecuali dua orang yang kutemukan, emha dan gus mus
Edi
nggak seneng-seneng banget sich… lagi pengin aja. blogku isinya nggak cuma puisi kok…
Sepakat. puisiku-pun kadang sengaja kubuat justru biar orang berfikir… bukan menikmati. mekaten mas.
letih itu ada batasnya…..
biarkan lelih itu letih dengan sendirinya….
Edi :
betul sekali
dan bait-bait itu sebenarnya ingin kumasukkan dalam bait ini.
Namun orang lain sudah mendahului..
begini saja sudah cukup bagus mas Edi.
Sederhana dalam kata, dan ending tak terduga
Dari letih dan letih juga, bukankah sesuatu yang beda? daripada letih kemudian mendapat spirit dan berhasil yang demikian menurut hemat saya “akeh tunggale” he he he…
Just Comment.
Edi: Trims