Air

Seorang peneliti Jepang berusaha mengungkap rahasia tentang air (ada yang ingat namanya? Itu lho… yang dalam buku The True Power Of Water). Dengan peralatannya yang canggih—dibantu  oleh asistennya—ia berusaha untuk melihat  wujud kristal air. Setelah bertahun-tahun bekerja dengan gigih, penelitiannya membuahkan hasil. Menabjukkan, ia  berhasil melihat dan merekam gambar kristal air. Tidak hanya itu, dari eksperiman yang dilakukannya diperoleh kesimpulan bahwa kristal air akan berubah wujud ketika mendapatkan stimulus yang berbeda..

Stimulus yang diberikan kepada air bisa berupa tulisan atau suara yang bisa dipahami oleh manusia. Ketika diberikan stimulus berupa doa atau perkataan yang baik,  kristal air terlihat sangat indah. Tampak berkilauan seperti berlian. Sebaliknya, ketika diberikan stimulus yang berisi umpatan, cacian atau kata-kata kotor yang lain maka wujud kristal berubah menjadi menakutkan. Keadaan kristal air yang berbeda-beda ini menurut peneliti menimbulkan dampak yang berbeda pada orang yang mengkonsumsinya. Hal ini tidak lain karena perbedaan kristal tersebut mengakibatkan kualitas air  yang berbeda.

Beberapa keluarga di Jepang tertarik untuk mengadakan penelitian sejenis. Penelitian yang dilakukan lebih sederhana, dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran hasil penelitian di atas. Mula-mula disediakan 2 botol yang di dalamnya berisi air dengan kualitas sama, dan pada keduanya juga diberikan bongkahan nasi. 2 Botol tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Botol pertama diberikan tulisan yang berisi perkataan yang baik, dan setiap harinya di tegur sapa oleh sang peneliti. Sebaliknya, pada botol kedua diberikan tulisan berisi perkataan yang buruk dan setiap harinya diberikan umpatan dan caci-maki. Apa yang terjadi? Setelah beberapa hari, nasi pada botol pertama berubah warna menjadi kekuning-kuningan, dengan bau yang beraroma alkohol. Nasi pada botol kedua berubah warna menjadi kehitam-hitaman dengan bau yang busuk.

Ada seseorang yang lebih kreatif dengan mengadakan penelitian serupa, tetapi ditambahkan satu botol lagi yang tidak mendapatkan perlakuan sama-sekali. Sebenarnya botol tambahan ini dijadikan sebagai kontrol. Tetapi, botol berisi air dengan gumpalan nasi tanpa perlakuan ini ternyata baunya jauh lebih busuk dengan warna yang lebih hitam dibandingkan dengan botol kedua. Dari eksperimen ini diperoleh kesimpulan bahwa perlakuan buruk terhadap air ternyata masih lebih baik dari pada tidak ada perlakuan sama sekali.

Kita bisa mengambil hikmah dari penelitian ini. Pemberian perlakuan kepada air di dalam botol adalah wujud dari sebuah perhatian. Wujud perhatian yang baik diberikan dengan perlakuan pertama. Perhatian yang buruk diwujudkan dengan perlakuan kedua. Ternyata efek negatif justru lebih terlihat pada sampel yang tidak diberikan perhatian sama sekali. Ini berarti, perhatian kita kepada seseorang jauh lebih baik dibandingkan jika kita cuek kepadanya—meskipun wujud perhatian kita terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Terkadang karena adanya perhatian kepada sahabat, kita hendak menasehatinya. Adakalanya sahabat dia berbuat salah, maka kita menegurnya. Tapi apa yang kita lakukan tidak selamanya bisa diterima oleh sahabat. Bagaimanapun itulah wujud perhatian kita. Untuk sesaat, kemungkinan hubungan kita dengan sahabat menjadi merenggang. Tetapi percayalah, perhatian yang kita berikan tidak akan sia-sia. Kelak sahabat kita balik memberikan perhatiannya. Ia akan segera memberikan teguran ketika kita berbuat khilaf. Ia pun akan menasehati dikala kita membutuhkan. Subhanallah, alangkah indahnya dunia ini apabila kita saling memberikan nasehati.

2 Respon untuk Air

  1. Subhanallah…. Maha Suci Allah dari segala kekotoran dan kekurangan.
    Namun apalah arti kalau kita mengetahui tapi belum merasakan dan meyakini yang sebenar benarnya haqul yakin.

    Salam hormat dan sukses selalu buat mas dan keluarga.
    http://www.abah-didi.com

  2. Allah akhbar maha suci dia yang telah menciptakan air sedemikian rumit bahkan dapat memahami bahasa manusia.
    Edi Gunt: Wallahu a’lam bisshowab.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s