Catatanku Hari Ini

Ini adalah hari pertamaku menyusuri 3 desa yang sebelumnya tak pernah kudatangi. Aneh memang, sebab desa itu terletak tidak jauh dari desaku dan masih satu kecamatan dengan tempat tinggalku. Sungguh ini pengalaman yang mengesankan. Selama ini–meski aku tinggal di desa, aku merasa laiknya seperti orang kota: fasilitas yang lengkap, dokter dekat, pertokoan yang relatif lengkap, prasarana komunikasi–termasuk internet–yang sudah tidak asing lagi, serta keramaian yang hampir kurasa setiap hari. Sungguh, Aku tidak pernah rela dikatakan sebagai wong ndeso sebelum hari ini.

Pagi tadi, jam 09.00 aku membantu bakti sosial di dusun Sepelas, Desa Guntur–desa terluas di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Ini benar-benar hari pertamaku mengunjungi dusun Sipelas, setelah sebelumnya diadakan kegiatan bakti sosial di Guntur namun di wilayah dusun Kalipancer. Bahkan beberapa kali ke Guntur hanya sekedar lewat saja–sebab ketika harus ke rumah mertua kakak–aku harus melewati desa ini. Untuk sampai di dusun Sipelas ini, kami harus berputar melewati kecamatan Loano, menaiki bukit beraspal, lalu menuruni jalan desa berbatu terjal. Untunglah, tim dokter yang ditunjuk untuk memberikan pelayanan kesehatan bukanlah tipe manusia yang suka mengeluh.

Setelah shalat dhuhur, aku sebenarnya berniat pulang–mengingat kakakku ditunjuk oleh ketua DPC untuk memberikan pembelakan saksi di Desa Kedungpucang, sedangkan aku diminta membantunya. Aku yang berboncengan dengan kakak tidak langsun pulang, namun mampir dulu di rumah ketua DPC (baca: sekretariat). Sesampai di rumah ketua DPC, ternyata yang empunya rumah justru telah siap-siap hendak memberikan pembekalan saksi di Desa Sukowuwuh dan Sidomukti. Ternyata Pak Gun–nama ketua DPC itu–baru sajamenunggu seorang rekan yang baru saja membatalkan janji karena halangan syar’i. Karena belum ada yang menemani, akhirnya aku diajak turut serta ke dua desa itu.
Ini juga pengalaman pertamaku menyusuri sepanjang jalan yang berawal dari sebuah pertigaan sepi–yang ternyata ada beberapa desa yang tersembunyi. Kini kusadari betapa luas wilayah kecamatanku ini.

Satu Respon untuk Catatanku Hari Ini

  1. ya begitulah mas… desa guntur, sebuah desa yang masih alami…..bebas dari folusi dan indah untuk kita nikmati, saya biasa kelilingi dusun2 di desa guntur, dengan jalan yang terjal dan berliku namun nikmat bila kita rasakan……

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s