Asa Manusia

Asa tertuda menyulut derita

Namun bermandi asa tak lantas bahagia

Meski harapan menjadi nyata,

Harapan-harapan yang lain muncul tiba-tiba

Bak rasa dahaga meminum air samudera:

Makin banyak diminum haus makin terasa.

Ah, manusia tak ada puasnya.

3 Respon untuk Asa Manusia

  1. kepuasan itu tertinggal di redup pandangmu
    ketika senja mengajak usia menjelajahi malam
    melupakan kantuknya

  2. madagumilang

    masak manusia bisa puas?
    paling setegukan minuman
    lalu terlelap kan?

  3. Pak edi Asa karo mimpi samakah?
    Ketika mimpi menyeruak dibenak, kapan dapat mewujudkannya. Akankah mimpi hanya sebagai bumbu tuk kt tetp punya harapan dimasa depan.

    Edi: anggap saja begitu lah… Eh, tapi lebih tepatnya asa = harapan. Putus asa = putus harapan, bukan putus mimpi. menurut ane, mimpi bukan bumbu, tapi semacam resep masakan yang belum kita coba. Kapan kita menikmati sebuah hidangan, adalah ketika kita mencoba meracik bumbu yang telah tersedia… lho? jadi laper!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s