kaukah itu cucuku?
lama tak bertemu, tahu tahu ku sudah sebahumu
masih ingatkah masa kecilmu dulu
saat ayah bunda bekerja sehingga kau dalam asuhanku?
kini kau terlihat dewasa
sudahkah masa sekolahmu purna
atau malah sudah mulai bekerja?
kalau sekolahmu belum purna,
aku hanya bisa berdoa moga kau cepat menyelesaikannya
kalau kau tlah menamatkannya nenek hanya bisa berharap kau bisa segera bekerja
kalau kau telah bekerja, mudah-mudahan nenek ikut ketiban rejekinya.
cucuku, carilah istri yang cantik rupa
yang bisa mengasuh putra-putrinya
yang bisa membalas budi orangtua
yang bisa membuatmu bahagia
lalu sesekali ajaklah ke rumah nenekmu yang tlah renta
biarkan keriput jari ini mengelus halus wajahnya.
Ah, tak terhitung sudah berapa kali nenek mengatakannya.
nenek, betapa rindumu
menahan jalanku mengembarakan sendu
nanti kalau kutemukan dia-ku
jangan kecantikannya dulu kau acungi jempolmu
dan sang nenek pun mengangguk
“mathuk”