Puisi tuk Listrik Negara

lihatlah kini, saat komunikasi bukan lagi monopoli

perusahaan bersaing santun menjaring untung

Inovasi terbarui

kreativitas tak pernah henti

harga pun relatif tak tinggi

wajar jika pelanggan enggan tuk lari.

begitulah, persaingan menjadi stimulus biar fulus memancar terus.

 

beda dengan yang satu ini

yang katanya menerangi hampir seluruh penjuru negeri

meski tak jarang malam padam pagi mati lagi

tak takut rugi pelanggan lari

sebab tak ada pesaing berarti.

 

tapi kudengar kerugian kan terus menghantui

meski kelak sudah berganti menteri

katanya dibuat tak ber-daya dengan luasnya negeri bahari

katanya banyak arus yang dicuri

katanya banyak pembangkit berdaya tinggi tak berproduksi lagi.

atau mungkin banyak pendapatan yang dikorupsi?

 

Oom, rakyat tak mungkin mau peduli

yang jelas gajimu sudah tinggi.

silahkan pilih layanan diperbaiki

atau direformasi…

 

(dibuat saat hati gundah lantaran listrik berulangkali mati)

3 Respon untuk Puisi tuk Listrik Negara

  1. Biasanya kalo malem2 matinya, palagi lupa nyiapin korek api ma lilin huwahhh anak2 pasti pada histeris dan udah pasti pala n kaki kepentok sana sini karena panik tergesa2 mengamankan jeritan anak2 hehe :D

    edi: tapi kalo’ ponakan2 saya dah terbiasa….

  2. Puisinya gak romantis tapi ma-cho :D

    Edi: Trims… coz kalo’ puisinya romantis, takutnya ntar PLN jadi kesemsem sama saya…. he3:)

  3. BAGUSSSSSSSSSSSSSSSSSS

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s