Tidur terlalu malam membuatku malas bangun pagi. Seperti hari ini, rasa kantuk ditambah bumbu rayu dari setan membuatku tak segera beranjak dari tempat tidur meski adzan telah berkumandang. Aku masih menunggu suara adzan dari mushola dekat rumah. Beberapa hari ini diriku yang terus menerus mengumandangkan adzan Subuh di sana. Aku berharap suara merdu pak RT—yang beberapa hari ini kecapaian karena menjadi ketua PPK—kembali terdengar setelah tugasnya selesai. Namun ternyata tak kudengarkan adzan meski sekian menit tlah berlalu.
Hingga mendekati pukul 5, saat masjid lain sudah iqomah, aku bergegas menuju kamar mandi. Saat melongok ke arah mushola, kulihat beberapa orang tampak menunggu di sana. Meski tidak ada yang mengumandangkan adzan, beberapa jamaah tetap datang ke masjid. Aku pun segera menuju ke sana.
Ada beberapa ibu yang masih menunggu. Satu orang lagi adalah Pak Ngadiono, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan Purworejo. Semula aku diminta adzan oleh ibu-ibu yang ada di sana. Namun aku merasa tidak nyaman sebab masjid-masjid lain sudah iqomah dari tadi. Akhirnya atas persetujuan pak Ngadiyono, aku langsung iqomah meski tadi tidak ada adzan. Pak Ngadiyono bersedia menjadi Imam.
Selesai sholat, aku ngobrol (baca:diskusi) dengan Pak Ngadiyono. Beliau adalah tokoh yang disegani di kampungku ini. Sebelum pensiun, hari-harinya sangat sibuk. Beliau memiliki beberapa hektar sawah dan ladang. Ladang tersebut ditanami beberapa tanaman kayu, buah-buahan, serta tanaman untuk pakan kambing. Pagi hari, beliau sudah harus pergi ke ladang untuk beraktivitas di sana. Setelah menunaikan kewajiban di kantor, siang harinya beliau masih disibukkan dengan peternakan kambing etawanya. Setelah pensiun, kesibukannya relatif berkurang sebab tidak ada lagi jam kerja yang mengikat.
Bahan obrolan kami pagi ini sebenarnya tidak beda dengan obrolan Pak Ngadiono dengan pemuda-pemuda lain di kampung ini. Beliau memang sangat senang bisa berbagi pengalaman dengan para pemuda, berharap mereka termotivasi setelah mendengar kisah suksesnya. Mudah-mudahan suatu ketika bisa kuceritakan buah pikirannya.
(Kutulis sehari yang lalu…)