kusadari butuh setengah hari menyusuri gemerlap lampu kota
dalam laju kencang bus malam ataupun kereta.
kutahu betapa jauh harus kutempuh :
jarak peta dibagi skala
pesonanya tlah terngiang hampir sepekan
ketika pendaki-pendaki itu tersesat jalan
lalu senyum mereka iringi lambaian tangan
kepada kamera menyambut kabar bahagia
lalu suara itu datang dari lereng Ciremai
memanggilku untuk bersegera mendului sang mentari
mengejar kesempatan yang barangkali hanya sekali
maka aku sibuk mengejar waktu, hati menggerutu:
mengapa sebuah kelalaian harus memakan korban?
ah, ini hanya kebetulan. Toh perjalanan itu
begitu menyenangkan.
Ciremai menyambutku
sejuk udara takkan terlupa.
riuh riang para perindu ilmu memainkan bola dengan
kaki-kaki kokohnya. wajah-wajah ramah
tersirat kerinduan menyapa bunda jauh di mata.
hangat cintanya begitu terasa.
saat akhirnya harus pulang, aku merindukannya.
(Purworejo, 1 Juni 2009)
kesanku cuma sederhana
semoga menemukan titik temu yang selama ini dinantikan
diperjuangkan
selamat bertugas di Kuningan(?) jadi pak guru, Dhimas Edi
InsyaAllah Pak Mada…