Sekian lama kita senantiasa bersama
Bertukar cerita, berbagi bahagia serta duka
Dalam ikatan ukhuwah yang terjaga
Dalam persahabatan yang tak terlupa
Kini, teman sejati tlah kau dapatkan
Teman yang begitu menaruh harapan:
Engkau mampu membimbing, memimpin dan menjadi tauladan
Engkau mampu melindungi, mengayomi dan memberi kabahagiaan
Engkau menjadi teman yang bukan saja siap berbagi, tapi juga rela berkorban.
Sahabatku, mungkin kau memang tak sebijaksana Abu Bakar, juga tak seadil dan setegar Umar. Tidak juga setampan Ustman atau seromantis Ali bin Abi Thalib. Namun aku yakin, kau akan terus belajar dan terus belajar mengenal dan meneladani sifat Muhammad Al Mustofa, menjadi garansi rumahtanggamu laksana syurga:
Kluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah sebagai cita-cita.
Sahabat, Tak ada yang berarti yang bisa kuberi melainkan kado sebuah doa:
بارك الله لك و بارك علٻك وجمع بينكما في خير
Semoga pernikahan kalian menuai berkah. Dan semoga Allah mengumpulkan kalian dalam kebaikan.
Sahabat, walaupun teman sejati itu telah ada di sisi,
Semoga di antara kita tetap terjalin tali silaturahmi
Doakan pula semoga sahabat sejati lekas kutemui…
(Untuk sahabaku Kuswanto dan Astika Winarno yang akan segera melangsungkan pernikahannya… dan untuk Budi Al Hanif (http://hanifarrul.wordpress.com), Sorry, beberapa kalimat di atas memplagiat dari blog-mu… he he he…)
Astika akhirnya menikah…
eh Akh kok bukan Budi Al Hanif…kemarin tulisan skripsinya masalah pengutipannya kayaknya perlu dipertanyakan nih….mbok dihargai sedikit menemukan dan merangkai kalimat itu susah lho, hak cipta…hallah
Kasian banget km bud.. Udh relakan aja hahahahaha.. I love you full.