Hijab….

Entah berapa lama diriku tak berinteraksi dengan akun wordpressku. Sebenarnya ada banyak uneg-uneg yang membuat jemari tanganku ingin segera berjingkrak-jingkrak di atas keyboard. Tapi kesempatan itu tak kunjung ada, hingga akhirnya datang malam ini. Ah, terlalu banyak hal yang menguap begitu saja tanpa diriku sempat membuat goresan-goresan pengingat seperti biasanya. Untuk mengais kembali memori-memori itu juga terasa berat, seberat mata ini menahan kantuk yang datang pergi.

Sungguh banyak cerita yang terlewatkan–dari kisah tentang tangisan-tangisan para santri baru saat malam pertama  di asrama, upacara penutupan MORSA yang mengesankan, hingga berita terorisme menggemparkan yang seringkali media juga menyebut-nyebut nama Al Multazam dalam pemberitaannya. Tapi biarlah… rasa kecewa karena diriku tak sempat menuliskannya sebanding dengan rasa penasaran dari para pembaca blog ini.

Malam ini aku ingin menuliskan tentang sesuatu  di Al Multazam yang kebanyakan tidak dijumpai di sekolah-sekolah negeri. Di sekolah-sekolah negeri,  ikhwan akhwat (laki-laki perempuan) dicampur dalam satu kelas. Namun di sebagian besar kelas di Al Multazam sudah dilakukan pemisahan. Kalaupun dicampur, biasanya disebabkan karena jumlah siswa yang masih sedikit. Itu pun tetap diberi batas/hijab dengan kayu yang tinggi. Tujuannya? ah, tak perlu dijelaskan sebab sudah jelas. Mungkin suatu saat diriku harus menuliskannya jika memang diperlukan.

Sebagai seorang guru di sini, ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Perbedaan karakteristik antara laki-laki dan perempuan menjadi begitu jelas. Hal itu tidak kuketahui saat dulu mengajar di tempat PPL dan penelitian. Menjadi PR besar bagiku untuk memberikan penyikapan yang berbeda sesuai dengan karakteristik mereka. Itulah sebabnya mengapa hingga saat ini aku merasa harus lebih banyak belajar dan terus belajar.

2 Respon untuk Hijab….

  1. Lagipula Wanita di Multazam itu cantik sekali,
    coba dengar saja pengakuan mustafa bisri berikut ini:

    http://www.ziddu.com/download/5851953/wanitadimultazam.wav.html

  2. Al Multazam kan sebenarnya nama tempat di Arab Saudi yang merupakan tempat yg mustajab untuk kita berdoa. mungkin yang dimaksud Gus Mus yang itu…. bukan Multazam Kuningan..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s