Sebelum masuk bulan Ramadhan, diriku berazam untuk tidak berinteraksi dengan facebook selama bulan suci. Hingga hari ke 15, diriku sama sekali tak memperbaharui status Facebook-ku. Padahal kesempatan untuk itu sangat banyak. Bagaimana tidak? meja kerjaku kini berdekatan dengan sebuah komputer yang terhubung dengan internet. Teman sekamar juga masih mempunyai bonus internet cuma-cuma di handphone-nya. Namun kesibukan kerja dan target tilawah quran membuat diriku tetap istiqomah dengan tekat tersebut.
Hari ini adalah hari pertama liburan. Anak-anak telah kembali ke rumah masing-masing setelah kemarin menerima progress report hasil belajar mereka. Kini asrama menjadi sangat sepi. Hanya ada para ustadz, guru–termasuk diriku–yang bersiap-siap untuk mudik, serta beberapa gelintir santri dari luar jawa yang menunggu jemputan dari orang tuanya. Sementara tidak ada lagi pekerjaan–sekolah atau rumah–yang harus diselesaikan. Semua sudah kutuntaskan pagi ini. Target tilawah hari pun telah tercapai, sebab semalam ada acara mabit di Masjid tetangga desa.
Akhirnya, saat ada teman yang masuk ke ruang internet sekolah, aku pun turut serta melangkah. Azamku untuk puasa Facebook selama Ramadhan pun pupus sudah saat diriku menyadari tak ada sesuatu yang istimewa yang bisa kutuliskan di blog-ku. Yaah…. aku menyerah.
Namun ada sebuah hikmah yang kudapatkan sesaat setelah kubuka facebook. Pertama, aku bisa kembali bersilaturahim dengan teman-temanku.
Kedua, jika “azam-ku untuk tidak membuka facebook selama bulan Ramadhan” adalah sebuah cita-cita, maka bisa dikatakan bahwa diriku telah gagal meraih cita-cita. Sekarang aku jadi tahu, bahwa ternyata kegagalanku dalam meraih cita-cita itu adalah karena tidak adanya kejelasan aktivitas–MENGANGGUR. Ya, saat seseorang tidak punya aktivitas maka ia akan terjebak ke dalam aktivitas-aktivitas yang tidak produktif–bahkan bisa mengarah ke kejahatan atau perbuatan dosa. Akibat lebih lanjut adalah kegagalan dalam meraih cita-cita. Ini bisa menjadi peringatan untuk para pengangguran agar mereka bisa berikhtiar semaksimal yang ia bisa.
Ketiga, diriku jadi punya bahan untuk mengisi blog-ku. ha ha ha…
Al-Multazam–Kuningan, 17 Ramadhan 1430
wadhuh… aktif di jamaah fesbukiyah juga ya Pak Ustadz…. hehehe… muantaplah, tilawah jalan terus, fesbuk juga jalan terus… salam sukses
sedj (bukan anggota jamaah fesbukiyah)
http://sedjatee.wordpress.com
tertohok nih!