Sejak sebelum liburan yang lalu, guru-guru pengajar kelas di mana aku menjadi wali dibuat bingung dengan tingkah laku para murid. Bagaimana tidak? seringkali guru mendapati ruang kelas hanya berisi beberapa gelintir orang, yang jumlahnya nyaris tak ada setengahnya. Pada mulanya, hal itu dianggap sebagai sesuatu yang bisa ditolelir, mengingat pada waktu itu ada wabah flu yang menyerang. Anak-anak di kelasku pun sebagian besar masih berada dalam masa adaptasi dengan pesantren.
Namun setelah kegiatan pembelajaran berjalan 3 bulan perilaku mereka tidak menunjukkan perubahan, istilah adaptasi tidak bisa lagi menjadi alasan bagi murid baru untuk melakukan pelanggaran. Apalagi wabah penyakit sudah menghilang sejak lama. Klinik pun sudah tersedia bagi para murid yang mengalami gangguan kesehatan. Hingga sampailah pada kesimpulan–bahwa mereka yang sering tidak masuk ke kelas pada saat pelajaran tertentu hanyalah karena KEMALASAN mereka saja.
Sementara itu, perjalanan pembelajaran sudah mendekati masa Ujian Tengah Smester. Bila tak ada perubahan sikap anak-anak ‘spesial’ tadi, maka ini akan berakibat buruk pada mereka. Untuk itulah, hari ini–aku bersama pak kepsek melakukan sidak di seluruh penjuru asrama putra. (Alhamdulillah, santri akhwat di sekolahku termasuk rajin datang ke sekolah sehingga tak perlu ada sidak).
Saat sidak, kami mendapati beberapa anak yang memang layak untuk di ‘vermak’–maksudnya–perlu diperbaiki akhlaknya. Anak-anak itu masih terbaring di ranjang saat kami datang. Ada yang memang sakit, tapi sebagian besar mereka ketiduran setelah sholat Subuh dan malas untuk berbegas ke sekolah.
Barangkali kalau pak Kepsek tidak bersamaku, anak-anak akan berkelit dengan mengatakan bahwa mereka sedang sakit. Namun dengan pengalamanya mengadapi anak-anak, tidak satupun dari anak-anak yang kami dapati masih di asrama membangkang saat disuruh segera berbegas ke sekolah. Begitu pula anak-anak yang sakit tidak menolak saat diminta langsung periksa ke klinik asrama.
Diriku sebenarnya berharap, ini adalah sidak yang terakhir. Yang ku maksudkan adalah–aku tidak ingin ada sidak yang dilakukan lagi akibat banyaknya murid yang membolos. Smoga setelah hari ini, anak-anak bisa merubah sikap buruknya. Namun jika suatu ketika ada lagi gejala pelanggaran yang dilakukan oleh anak-anak, maka Inspeksi Mendadak seperti hari ini sangat efektif untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar.
Wallahu a’alam bish showab.