Wah, lama nggak ngeblog nih. Tapi gimana mau ngeblog, lha wong nyaris diri ini tak ada waktu buat bersantai ria. Kalaupun memang banyak waktu santai, akses internet nyaris tak sedetikpun mampir di di tangan. Nah, kalaupun ada waktu santai, akses internet juga ada di tangan, seringnya ide untuk menulis tidak mampir di pikiran. Wadhuh…. kapan jadinya blogku kembali terisi?
Untunglah, pagi ini masuk sebuah SMS ke ponselku menjelang jam istirahat. SMS tersebut berbuntut sebuah ide untuk menuliskan sesuatu, yang mudah-mudahan menjadi ilmu baru bagi para pembaca blogku. Langsung saja, berikut SMS yang kumaksudkan:
ini bapak lgi pnjam hpx orang,tlong blikan bpk plsa 50rb di no brx bpk 085222142xxx,bpk lgiada mslh di kntor polisi,jngn dlu dlpon, entar bpak yg tlpon.pnting.
mendapat SMS tersebut, diriku langsung menebak kalau itu hanya ulah penipu. Akhirnya kubalas:
maaf, diriku mau shodaqoh tp sama orang yg benar-benar membutuhkan, bukan sama penipu… hehe
merasa masih kurang, kukirimi sms lagi:
mas/mbak, kalau nipu tuh yang cerdas dikit dunk! di mana letak tidak cerdasnya? Itu rahasia! aku nggak mau ngasih ilmu sama penipu, kecuali kalau sudah tobat… hi hi.. piss
Nah, pembaca blog yang budiman, tahukah anda di mana letak tidak cerdasnya si penipu tadi?
Pertama, gaya menulis SMS tiap orang berbeda. Kalau si penipu mengatasnamakan bapak untuk mengatakan bahwa SMS tersebut berasal darinya adalah sebuah kebodohan. Sebab gaya tulisan bapak di SMS tidak seperti itu. Nah, gaya SMS ini yang tidak mungkin bisa ditiru oleh penipu manapun dan bisa menjadi acuan kita apakah SMS itu benar-benar berasal dari orang yang kita cintai atau tidak.
Kedua, bahasa yang digunakan si penipu tersebut adalah bahasa gaul. akhiran ‘nya’ diganti dengan huruf x. Padahal bahasa SMS tersebut biasa dipakai oleh kawula muda, bukan dari kalangan bapak-bapak. Apalagi bapakku. Boro-boro pake bahasa gaul, kenal HP aja baru beberapa bulan yang lalu.
Ketiga, SMS tersebut seolah mengabarkan kalau bapak sedang panik di kantor polisi. Yaelah… di mana-mana, seorang bapak sepanik apapun kayaknya g mungkin minta tolong ke anaknya. Paling banter ke tokoh masyarakat yang lebih berpengalaman.
Keempat, minta pulsa, tapi dengan nominal 50.000. Padahal hampir semua tahu, diriku ngisi pulsa 20 ribu saja merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi. Lagian, harusnya kalau memang butuh pulsa, dikasih 5000 saja harusnya sudah bersyukur. Iya Nggak?
Kelima, dan ini yang paling penting. Si penipu tadi mengabarkan seolah-olah bapak punya nomor baru 085222…(dan seterusnya). Ya ampun, apa dia tidak sadar kalau itu adalah nomor jaman bahoelak? jadi, mana mungkin diriku percaya dengan SMS begitu.
Dan akhirnya, diriku harus berterimakasih kepada penipu itu, karena atas peran sertanya, akhirnya blogku terisi juga setelah sekian lama terbengkalai. Tanks ya…. Wallahua’lambishowab.
betull ed!! penipu yg bodoh hahahahaa…. terlalu bodoh mlh…
Apa kbr? *dulu kayaknya pernah bilang dalam salah satu tulisan tentan produktifitas setelah menikah? lalu sekarang kok jarang lihat nulis blog? apa kbr?