Arsip Harian: 18 Oktober 2011

Catatan Menuju Pernikahan (4)

Komunikasi

Semenjak diriku merasakan jatuh cinta, hingga beberapa saat menjelang pernikahan, tak pernah sekalipun terucap dari bibir ini kata-kata “I love You” dan semacamnya yang ditujukan kepada akhwat dambaanku. Jangankan ucapan seperti itu, komunikasi dua arah pun hanya sekali, lewat SMS, itupun bukan dalam rangka mengungkapkan perasaan yang ada dalam hatiku. Itu bukan berarti aku mengesampingkan pentingnya komunikasi. Komunikasi adalah sesuatu yang sangat vital, termasuk bagi calon pasangan suami istri. Lanjut membaca

Catatan Menuju Pernikahan (3)

Allah mempertemukanku dengan Dedy, adik kelas sewaktu SMA. Kami justru tidak pernah merasa kenal selama masih mengenyam pendidikan di sekolah itu. Ya, pertemuan itu mungkin tidak terjadi bila saja aku tidak bergabung dalam MALIKI—majelis Alumni kerohanian Islam. Intensitas pertemuan kami sebenarnya tidak terlalu sering. Hanya ketika ada acara-acara tertentu saja, misalnya ketika ada silaturahmi ke guru SMA. Namun ukhuwah itu begitu terasa. Setiap bertemu, kami seolah adalah sahabat akrab yang telah lama terpisah oleh jarak. Padahal dahulu pun kami merasa tidak pernah akrab. Mungkin kesamaan fikroh diantara kami yang membuat hal itu terjadi. Lanjut membaca

Catatan Menuju Pernikahan (2)

Sungguh, kegagalanku pada usaha yang pertama tidak menyurutkan langkahku untuk menghikhtiarkan pendamping hidup. Yang ada justru semangatku yang bertambah. Telah dikhitbahnya dua orang akhwat yang diusulkan kepadaku memberi motivasi tersendiri bagiku. Artinya, apabila diriku berdiam diri terlalu lama, maka tidak menutup kemungkinan akhwat yang nantinya menjadi targetku tiba-tiba dikhitbah oleh ikhwan lain. Ah, sebuah pikiran yang buruk. Tapi tak apalah, biar diri ini termotivasi untuk cepat bergerak.

Ehm…. Kebetulan diri ini sebenarnya telah memendam rasa kepada seorang akhwat yang pada tulisan ini belum akan kusebutkan namanya.( Hehe.. tulisan ini dibuat saat khitbah belum dilaksanakan. Aku takut akan terjadi sesuatu yang tidak baik jika ada ‘oknum’ yang membuka-buka netbook-ku, lalu membaca tulisan ini). Getaran hati ini sebenarnya ada setiap kali berpapasan dengan akhwat itu. Sejak pertama bertemu. Lanjut membaca

Catatan Menuju Pernikahan (1)

Kegagalan

Sebenarnya tak sabar rasanya diri ini menuliskan pejalanan menuju genapnya agama ini. Begitulah. Sejak melangkahkan kaki mengikhtiarkan seorang pendamping hidup, ada keinginan untuk mengisahkannya kepada orang-orang di sekitarku. Agar kisahku itu menjadi motivasi bagi mereka yang belum juga melangkah. Agar kisahku juga menjadi pengaya cerita bagi mereka yang telah menggenapkan agamanya. Agar kisahku menjadi teladan kalau memang hal itu layak untuk diteladani. Lanjut membaca