Me-lagu-kan Materi Pelajaran

Saya merasa sudah berkali-kali mengulang sebuah materi. Namun bagi beberapa murid, ternyata seperti masuk ke telinga kanan, keluar lewat telinga kiri. Tidak ada bekas yang berarti. Sementara, beberapa dari mereka suka sekali menyanyi. Hebatnya, dengan hanya beberapa kali mendengar lagu, anak-anak biasanya hafal lirik beserta nadanya. Ah, kenapa tidak bikin saja lagu dari materi pelajaran? Tapi itu repot. Anak-anak harus menghafal lirik sekaligus nada yang baru. Kalau begitu, lebih baik membuat lirik berkaitan dengan materi mata pelajaran) dari Lagu yang sudah mereka kenal. Misalnya seperi ini:

Materi : Karkteristik laposisan Atmosfer (GEOGRAFI KELAS X)

ATMOSFER ADA 5

(Menggunkan nada lagu ‘Balonku’)

 

Atmosfer ada Lima

Beda-beda namanya

Troposfer, Stratosfer, Mesosfer

Termosfer dan Eksosfer

 

Troposfer tempat cuaca

Stratosfer Ozon berada

Mesosfer alangkah dinginnya

Meteor hancur karenanya

 

Termosfer panas suhunya

Glombang radio dipantulkannya

Di Eksosfer gravitasi tak ada

pesawat bisa parkir di sana.

 

Bagaimana menurut anda? Agak anek sih. Terkesan ‘maksa’ tapi lumayan mengena. Belum dicoba Efektivitasnya, tapi perlu dicoba.

 

Saat ‘Anak’ terkontaminasi TELEVISI

Ijinkan saya menulis tentang pengalaman hidup. Sebab saya pernah hidup di masa lalu, dan hal ini tidak dialami, atau belum tentu dialami anak-anak yang hidup di masa kini. Masa kecil saya sangat berkesan dan terekam dengan baik di memori otak ini. Dahulu memang belum ada kamera, komputer atau perangkat keras yang bisa membantu menyimpan memori itu. Bahkan foto hasil cetakan masa kecil saya nyaris tak ada yang tersisa karena rusak dimakan usia. Baca lebih lanjut

Membiasakan Gemar Membaca Dari Kecil

Kadang diri ini terharfafa bacau melihat si Fafa anak saya yang baru berusia 4 tahun tiba-tiba pegang buku mewarnai, lantas membaca judul atau bacaan yang terapat di buku itu dengan terbata-bata. Atau, ketika Dia membuka-buka buku di atas kamar hingga tertidur pulas dengan buku yang masih berada di dekatnya. Pernah juga anak itu mengajak kami ke Gramedia, sekedar untuk membeli buku baru lagi buatnya, sembari merengek-rengek: “Buku yang kemarin kan udah dibaca semua Bi…” Baca lebih lanjut

MAU JADI APA BUMI TANPA ISLAM?

Kemerosotan Moral, Awal Kehancuran Dunia

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar :53)

Diakui atau tidak, saat ini degradasi moral telah melanda dunia. Bagaimana tidak, perbuatan yang pada masa lalu dianggap tabu, tidak beradab, atau tidak berperikemanusiaan, kini menjelma menjadi sesuatu yang biasa nan lumrah. Bahkan tidak jarang, gejala kemerosotan moral dianggap sebagai gaya hidup. Sehingga orang yang meninggalkannya justru dianggap telah ketinggalan jaman. Baca lebih lanjut

Letak Geografis, Lesunya Ekonomi, dan Maraknya Pencurian

Saat menulis artikel ini, saya sedang mengantuk luar biasa. Bagaimana tidak? Beberapa hari berturut-turut, saya dan 2 tetangga dekat melakukan ronda malam. Tidak terjadwal, sebab memang rumah kami mencil (terpisah) dari rumah warga-warga lainnya. Seperti biasa, sempat tidur sebentar habis sholat isya’, kami keluar rumah sekitar pukul 10.30, lalu berjaga-jaga di sekitar rumah sembari minum teh dan sesekali keliling komplek. Setelah dirasa cukup aman, sekitar pukul 1 lebih, kami masuk ke rumah masing-masing untuk istirahat.  Di keheningan malam, beberapa saat setelah saya tidur, suara gaduh terdengar. Ternyata tetangga yang tadi ikut ronda bersama, rumahnya disatroni maling. Jadilah kami ronda untuk kedua kalinya di malam ini. Baca lebih lanjut

El-Zukhruf, From Zero To Hero

El-Zukhruf

Berkumpul sejak SMP hingga SMA, tentu menjadikan persahabatan semakin terasa kental. Pun begitu dengan sebuah kelompok seni, lamanya waktu kebersamaan tentunya akan meningkatkan kekompakan, kreatifitas, sekaligus kualitas kelompok tersebut. Begitu pula dengan El-Zukhruf. Grup nasyid yang terbentuk di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam ini juga semakin menunjukkan kualitas sebagai tim nasyid profesional. Baca lebih lanjut