Ketika batu dipercaya

Setelah Rian, kini ada satu lagi manusia asal Jombang yang berhasil menjadi ’man of the week’ dalam pemberitaan televisi.  Dialah Ponari, Si dukun cilik yang masih duduk di kelas 3 bangku Sekolah Dasar. Ya, hampir setiap hari selama seminggu ini namanya kerap muncul dalam pemberitaan—hampir di seluruh stasiun televisi. Saya menyaksikan berita tentang Ponari beberapa hari ini di Redaksi Pagi Trans 7(terus terang saya melihat, Trans 7 lah TV yang paling ’konsisten’ dalam liputan-liputan berbau supranatural—termasuk beberapa acara seperti Sehat Ala Gus Muh, tayangan redaksi kontroversi, bahkan acara gosip, yang seringkali menjadikan seorang paranormal sebagai narasumbernya).

Ponari mendadak terkenal setelah dirinya hampir tersambar petir, lalu menemukan sebongkah batu—yang lalu ia sebut dengan batu ajaib. Nah, batu itulah yang menjadi andalannya (baca:jimat) dalam menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita oleh pasiennya. Mungkin mula-mula hanya beberapa gelintir manusia yang mencari kesembuhan dengan perantara batu ajaib itu. Namun—dasar orang Indonesia yang memang suka dengan hal-hal tak masuk akal—berbondong-bondong orang mendatangi rumah Ponari setelah berita tentang ’kehebatan’ bocah itu menyebar.

Hanya dengan uang alakadarnya dan seikhlasnya, siapapun bisa berobat ke dukun Ponari. Sederhana saja : menyiapkan air putih di sebuah bejana, lalu Ponari—dengan batu ajaib yang ada di tangan—mencelupkannya  ke dalam bejana para pasiennya satu persatu. Kelanjutan kisahnya penulis kurang paham—apakah air ’kobokan’ Ponari itu diminum, dioleskan di tubuh yang sakit, atau buat cebok—tapi yang jelas para pasien berharap sembuh setelah membawa pulang air itu.

Orang tua Ponari pun menjadi kaya mendadak dengan batu ’ajaib’ yang dimiliki anaknya. Bagaimana tidak? Konon setiap hari—dengan ribuan pasien yang datang— ponari bisa mengumpulkan sedikitnya 50 juta rupiah dari para pasiennya itu (bahkan pada pemberitaan di Trans7 2 hari yang lalu—Ponari bisa mengumpulkan 60 juta). Kalau jumlah itu bisa konsisten selama kurun waktu 30 hari, berarti uang yang dikumpulkan keluarga Ponari dalam sebulan sebesar 1,5 Milyar. Luar biasa.

Sebenarnya ada beberapa kemungkinan yang membuat para pasien Ponari bisa merasakan kesembuhan :

Pertama faktor Sugesti. Ini jelas—karena menurut Pak R.A. Daud (Guru BK saya waktu SMP), seseorang yang merasa yakin tentang sesuatu—maka kemungkinannya adalah, 50% dari sesuatu itu akan terjadi. Dalam hal ini, orang yang yakin dirinya akan sembuh—meski hanya minum air kobokannya Ponari—ya peluang untuk sembuhnya sebesar 50%.

Kedua, faktor materi. Ada kemungkinan di dalam batu ’ajaib’ milik Ponari terkandung zat-zat—yang secara kebetulan jika diminum bisa berpengaruh terhadap penyakit yang diderita para pasien. Misalnya saja—ada pasien yang  menderita gatal-gatal—kebetulan di batu itu terkandung belerang, sehingga pasien bisa sembuh. Faktor kedua ini mungkin akan dibantah oleh anda—sebab tak mungkin ribuan pasien Ponari mengandalkan secuil zat yang terkandung dalam batu itu. Namun saya pun akan membantah anda dengan pertanyaan : ”Memangnya berapa jumlah pasien ponari yang bisa disembuhkan?”

Ketiga adalah faktor ’X’. Entah penggunaan huruf x ini tepat atau tidak—tapi yang jelas ada faktor di luar nalar manusia milenium 3 ini yang berpengaruh besar terhadap ’keajaiban’ batu milik Ponari. Yang saya maksud adalah—adanya peran serta dunia Jin dalam hal ini. Sebagai seorang muslim saya percaya dengan hal ini, karena makhluk itu tak terbantahkan keberadaannya, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Q.S Ad Dzariat 56.

Sesungguhnya syetan akan berbuat apa saja untuk menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Termasuk dengan menyusupkan  pasukan jin ke dalam batu ’ajaib’ milik ponari. Para Jin inilah nanti yang akan berusaha menyembuhkan penyakit para pasien Ponari—dengan harapan mereka akan menganggap batu itu memiliki ”kekuatan”. Inilah bahayanya, sebab seseorang yang menganggap benda/makhluk memiliki kekuatan—hal ini sudah termasuk Syirik. Kalau demikian, berarti apa yang dicita-citakan oleh  Iblis, syaitan, dan kawan-kawannya sudah tercapai.

Simaklah beberapa ayat di bawah ini :

”Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya” (QS. Al Hijr: 39)

”Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan ?”(Q.S. Yaasin: 62)

”Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”  (QS. AL Jin :6)

 

Sebenarnya masih ada banyak hal yang harus dibahas lebih lanjut ketika menyaksikan tayangan berita Ponari—termasuk mengenai solusi yang tepat untuk masyarakat agar terhindar dari bahaya syirik. Dalam liputan pemberitaan disebutkan bahwa sebagian besar pasien ponari adalah masyarakat yang kurang mampu. Mereka menganggap kedatangan mereka ke rumah Ponari adalah bentuk ikhtiar—usaha—setelah usaha-usaha yang lain tidak menuai hasil. Apakah ini tetap dibenarkan secara syariat? Saya mengundang anda untuk menulis pendapatnya. Jazakumullah Khairon Katsiiron.

3 Comments

  1. Sebelum liat bukti bahwa pasien bener2 sembuh sepertinya sulit untuk percaya bahwa sebuah batu dapat menyembuhkan, terlepas dari perbuatan jin.

    Betul Bu. Terimakasih atas kunjungannya

  2. Ass..Ya akhi ya ukhti fil ardhi…Mungkn dg lntrn bt yg d mlki oleh pnari ank asal jmbng tsbt allah membrkn dan menunjukn kbsrn rokhman n rokhmx..Pd makhlukx spy dia tau bhwa kktn dr sgl kktn t brsl dr allah.Bkn dr bt tsbt.Prl d grs bwh yg mmbr ksmbhn t bkn dr bt atau pnrx.Tp cm lntrn dr kbsrn allah….

    Wa’alaikumsalam. Saya sepakat mas. Mudah-mudahan–para pasien Ponari yang mendapatkan kesembuhan juga berfikir tentang hal itu. jazakallah…
    brothergunt@yahoo.com

  3. Menrt sya..,memng dr ksus pnri nie,bsa mmbhykn aqidah msyrkt trsbt.shngga dkhwtrkn u/ b’bwt syrk.jd…da baik’a sblum pnari mlkukn aksi’a,dr pihak klrg u/ sllu mngingtkn psien u/ mngmbalikn sgl ursn kpd Allah.klo mmang btu tu di anggp sbg pmbrian dr Allah

    Saya juga sepakat…. kyknya selama ini g ada, baik dari pihak media, maupun dari keluarga yang menerangkan hal itu. Tapi sekarang praktik Ponari udah ditutup polisi. Trimakasih sudah mampir di blog saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s