Serabi Cibulan

Alhamdulillah, target pekerjaan telah tercapai sebelum waktunya. Hari itu menjadi hari yang terasa panjang bagiku. Ada cukup waktu untuk sekedar jalan-jalan—mengenali Desa Manis Kidul lebih banyak, sebelum menyerahkan hasil pekerjaan kepada atasan. Tak jauh dari Al Multazam, di sebelah Timur sekolah itu, dengan sedikit menuruni bukit terdapat sebah tujuan wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Kuningan. Cibulan. Sumber mata air pegunungan yang jernih yang seseorang bisa berenang di dalamnya ditemani oleh ikan-ikan berukuran besar.

Aku sangat beruntung bisa bekerja di Al Multazam. Sejak tahun ini, semua civitas Al Multazam tidak dikenakan bea masuk ke Cibulan. Kelak aku bisa mengajak serta para muridku untuk belajar di alam sambil menikmati segarnya air di sana.

Pagi itu pintu masuk area Cibulan masih tertutup. Aku beserta teman-teman melanjutkan perjalanan menyurusi jalan desa. Sampailah kami pada sebuah warung kecil berasap yang sudah dipenuhi orang mengantri. Warung Serabi. Ternyata beberapa santri Al Multazam telah mendahului kami di sana.

Sebagian orang mungkin akan eneg ketika mendengar kata serabi. Namun akan berbeda ceritanya apabila yang disebut adalah Serabi Cibulan. Bahan dasarnya memang tidak berbeda dengan Serabi-Serabi yang lain di dunia ini. Namun Ibu si pembuat serabi Cibulan membuat variasi serabi dengan mencampurkan coklat, pisang,  telur, keju, oncom, daging, kismis, atau bahan lain, yang total variasinya mencapai 48 rasa. Waw, butuh waktu lama untuk mencicipi semuanya. Di Kota-kota besar, serabi “kreatif” seperti ini sudah banyak ditemui. Namun menikmati Serabi di Cibulan terasa lebih nikmat dengan bonus segarnya udara pegunungan.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s