Tips Membangunkan Anak

Membangunkan anak untuk shalat subuh tampaknya adalah hal yang sepele, tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Butuh perjuangan ekstra, kesabaran, dan ‘strategi’ agar anak bisa segera bergegas dari tempat tidurnya. Paling tidak pengalaman ini pernah kualami saat tinggal di Asrama Al Multazam. Ya, sebagian besar anak-anak berasal dari keluarga yang belum tentu perhatian terhadap masalah ibadah. Mereka menitipkan anak-anaknya ke pesantren salah satunya adalah karena untuk memperbaiki ibadah anak-anak mereka. Namun kebiasaan dari rumah  yang belum tentu shoalat Subuh di masjid–atau bahkan belum tentu sholat–tentulah sangat sulit untuk dirubah.

Namun ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk membangunkan anak-anak yang bisa juga diterapkan oleh para orang tua. Silahkan dicoba:

1. Awali aktivitas membangunkan dengan sentuhan lembut supaya anak tidak terkejut. Pada beberapa kasus, anak bisa langsung bangun dengan cara ini. Apalagi jika sudah terbiasa bangun pagi.

2. Jika cara pertama tidak berhasil, lakukan pemijatan pada ujung ibu jari kaki anak. Lakukan selama beberapa kali hingga anak terbangun. Jika anak sudah bangun, suruhlah anak untuk segera duduk supaya rasa kantuk perlahan hilang.

3. Jika cara kedua masih tidak berhasil, siapkan air hangat/dingin, lalu usapkanlah di wajahnya. Sama seperti cara ke 2, setelah anak terbangun langsung diminta duduk selama beberapa saat.  Pastikan anak tidak berbaring kembali di tempat tidur. Perintahkan sang anak untuk segera beranjak dari tempat tidur dan mengambil air wudhu. InsyaAllah jika sudah berwudhu, maka rasa kantuknya akan hilang.

4. Jika ke tiga cara di atas tetap saja tidak berhasil, sekali-kali percikkanlah air ke wajah anak, atau bakan guyurlah si anak dengan dalam jumlah tertentu hingga terbangun. Kemudian peringatkan si anak bahwa jika esok hari tidak segera bangun akan diguyur kembali.

Sebenarnya untuk membangunkan anak, cara yang pertama hingga ke 3 adalah cara yang paling ideal. Tak perlu ‘menyiksa’ anak dengan dinginnya air di pagi hari. Untuk itu, selain beberapa tips di atas, perlu juga ditanamkan kepada anak “niat” untuk bangun pagi.  Sebab tanpa adanya niat, sekeras apapun usaha kita hasilnya hanya sia-sia belaka. Sekali waktu perlu  diterangkan kepada anak mengenai keutamaan-keutamaan bangun pagi.  Juga perlu adanya pengawasan kepada anak supaya tidak tidur terlalu larut. Rata-rata waktu tidur untuk anak adalah sekitar 7-8 jam. Anak tidak boleh begadang. Usahakan waktu tidur bagi mereka tidak lebih dari pukul 21.30. Semogabermanfaat, Wallahu a’alam bish Showab.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s