MAU JADI APA BUMI TANPA ISLAM?

Kemerosotan Moral, Awal Kehancuran Dunia

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar :53)

Diakui atau tidak, saat ini degradasi moral telah melanda dunia. Bagaimana tidak, perbuatan yang pada masa lalu dianggap tabu, tidak beradab, atau tidak berperikemanusiaan, kini menjelma menjadi sesuatu yang biasa nan lumrah. Bahkan tidak jarang, gejala kemerosotan moral dianggap sebagai gaya hidup. Sehingga orang yang meninggalkannya justru dianggap telah ketinggalan jaman.

Sebagai contoh adalah pergaulan bebas yang berujung pada kasus aborsi. Ya, kasus aborsi pada akhir-ahir ini sangat tinggi. Frekuensi terjadinya aborsi memang  sulit dihitung secara akurat. Hal ini karena aborsi buatan sangat sering terjadi tanpa dilaporkan, kecuali jika terjadi komplikasi hingga perlu perawatan di Rumah Sakit. Akan tetapi, berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2 juta kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Itu artinya, ada 2 juta nyawa yang dibunuh setip tahunnya secara keji. Bagaimana dengan di dunia? Secara keseluruhan, aborsi di dunia bahkan menjadi penyebab kematian nomor satu. Memang, tidak semua kasus aborsi berawal dari pergaulan bebas. Namun kenyataan bahwa pergaulan bebas begitu marak merupakan bukti menurunnya moralitas masyarakat saat ini.

Kemerosotan moral lain yang banyak di jumpai saat ini di antaranya:  maraknya konsumsi berbagai  jenis minuman keras, narkotika, dan obat-obatan terlarang;  banyaknya kasus kriminalitas, makin menjamurnya aktivitas perjudian, dan masih banyak lagi.

Masalah moral ini menjadi sesuatu yang sangat serius, bahkan meski dosa kita kesampingkan. Bagaimanapun, degradasi moral akan mempengaruhi kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Dari kasus aborsi misalnya. Betapa mudahnya seseorang menghilangkan nyawa untuk memperoleh tujuan tertentu: menghilangkan rasa malu. Maka dalam kehidupannya, wajar saja jika oknum pelaku cenderung  menghalalkan segala cara dalam mendapatkan apa yang dia inginkan.

Adapun minuman keras, narkotika, obat-obatan terlarang, tidak ada yang bisa menyanggah besarnya dampak buruk yang ditibulkan, baik bagi individu yang mengkonsumsi atau masyarakat sekitarnya. Seperti yang kita ketahui, dampak minuman keras bagi manusia adalah menghilangkan akal sehat manusia. Selain itu, emosi mudah tersulut ketika sudah mabuk, hingga mengakibatkan munculnya sekian banyak kerusakan-kerusakan dan penyakit-penyakit sosial masyarakat seperti pertengkaran, perselisihan, pembunuhan, perkosaan dan lain sebagainya.

Berbagai kerusakan moral yang terjadi di muka bumi inilah yang secara perlahan tapi pasti akan andil dalam kerusakan dunia. Hubungan antara kerusakan moral dan kehancuran dunia bisa dijelaskan sebagai berikut :

Pertama, Bumi kita menyediakan sumberdaya alam yang terbatas, sementara kebutuhan manusia tidak terbatas. Bahkan menurut Analisis  jejak ekologi, apabila seluruh manusi di muka bumi ini mempunyai gaya hidup seperti orang Amerika, maka kita butuh 9,5 kali bumi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Nah, Apabila dalam usaha pemenuhan kebutuhannya itu manusia tidak menjunjung tinggi moralitas, maka yang ada adalah perusakan lingkungan, pertengkaran, perebutan kekuasaan, dan kesewenang-wenangan dalam rangka memenuhi kebutuhannya (baca: memuaskan nafsunya).

Allah berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan        manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang benar”.(QS. Ar-Rum : 41)

Kedua, pergaulan bebas, termasuk di dalamnya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), bukan hanya akan menimbulkan penyakit bagi para pelakunya. Pergaulan bebas juga akan menghancurkan tatanan kehidupan dalam masyarakar, merusak institusi  keluarga, serta memutus rantai keturunan. Bayangkan saja ketika semua orang di sebuah wilayah ini melakukan perkawinan sejenis, sehingga tidak ada lagi generasi penerus yang lahir dari hubungan itu. Siapa yang akan menjadi generasi penerus mereka? Na’udzubillah min dzalik.

Ketiga, kriminalitas yang  merajalela akan melahirkan hilangnya rasa aman dalam masyarakat. Hilangnya rasa aman ini menyebabkan seseorang tidak betah tinggal di suatu wilayah tertentu. Itulah kenapa Lewis Murford dalam salah satu teori tentang perkembangan kota menyebutkan salah satu jenis kota yang diambang kehancuran, yaitu nekropolis. Bagaimana jika semua wilayah di muka bumi ini sedemikian kondisinya?

Keempat, kemerosotan moral ini lebih jauh akan menjadikan manusia lupa akan hakikat hidupnya. Nilai keimanan yang semula ada, luntur di makan waktu. Hidup manusia hanya mementingkan keduniawian saja. Akibatnya manusia tidak akan pernah berfikir tentang baik dan buruk, bahkan sampai  lupa dengan siapa yang telah menciptakannya. Maka munculah berhala-berhala baru yang diagung-agungkan manusia di jaman itu.  Sementara Allah berfirman, Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan       orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah”). (QS. Ar-Rum : 42)

Dan Islam Pun Menjadi Solusi  

Berkaitan dengan kemerosotan moral yang melanda dunia ini, sebenarnya Islam sudah memberikan solusi yang paling tepat. Al-Quran, Hadits, dan Ijtihat para ulama yang menjadi sumber hukum Agama ini telah memberikan arahan kepada umat Islam untuk terbebas dari belenggu kemerosotan moral.

Maraknya konsumsi berbagai  jenis minuman keras, narkotika, dan obat-obatan terlarang semestinya tidak menjalar ke Umat Islam apabila mereka mengamalkan ajaran agamanya dengan benar. Allah berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berqurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaithon. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan tersebut agar kalian mendapat keberuntungan. [90] Sesungguhnya syaithon itu berkeinginan untuk menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara sesama kalian lantaran (meminum) khamer dan berjudi itu, dan juga menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari sholat. Maka berhentilah kalian (dari mengerjakan hal-hal tersebut)”. [91] (QS. Al Ma’idah ayat 90-91).

Rasulullah SAW pun bersabda : “Allah melaknat khomer, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya, dan orang yang meminta untuk diantarkan”. (Hadits riwayat Abu Dawud rohimahullah no.3674 dan dishohihkan oleh Al Albani rohimahullah). Adapun narkotika dan obat-obat terlarang, para ulama meng-qiyaskan dengan khomer sehingga hukum  mengkonsumsinya sama seperti mengkonsumsi khamer.

Berkenaan dengan banyaknya kasus kriminalitas di dunia, sepertinya tidak akan terselesaikan dengan hukum-hukum buatan manusia. Yang ada justru penjara atau rumah tahanan yang semakin penuh dengan para pelaku kriminal. Sedangkan Islam datang dengan segala kesempurnaan hukum-hukumnya, tinggal bagaimana umat manusia mengamalkannya. Allah berfirman : “Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian. Dan telah Aku sempurnakan atas kalian nikmat-Ku. Dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagi kalian”. (Q.S. Al Ma’idah : 3).

Salah satu ayat yang bisa menjelaskan tentang hukuman bagi pelaku kriminal seperti dalam firman Allah : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; (yakni) orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar [diyat/tebusan] kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. (178) Dan di dalam hukum qishash itu ada (jaminan kelangsungan] hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa”. (179) (Q.S.  Al Baqoroh : 178-179).

Selain itu, Rasulullah bersabda : “Maka sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian, dan kehormatan kalian adalah harom untuk dinodai sebagaimana haromnya (mulianya) hari ini (yakni hari ‘arofah), di bumi ini (yakni di Padang ‘Arofah), dan di waktu bulan ini (yakni bulan Dzulhijjah)”. (hadits shohih riwayat Al Bukhori rohimahullah no.1739)
Menyelamatkan Generasi dengan Pendidikan Islami

Solusi berbagai permasalahan sudah jelas terpaparkan dalam ajaran Islam. Tinggal bagaimana umat ini berusaha mengamalkan ajarannya secara menyeluruh. Namun belajar Islam secara mendalam tidaklah cukup hanya mengandalkan materi dari pelajara Agama Islam yang didapat disekolah-sekolah. Sangat tidak cukup. Rasulullah saja mendapatkan tarbiyah dari Allah melalui malaikan jibril selama 23 tahun. Tentunya kita sebagai manusia biasa lebih membutuhkan banyak waktu untuk belajar tentang Islam secara mendalam.

Selain itu, ada beberapa alasan kenapa pendidikan formal saja tidak cukup membekali anak-anak dalam hal agama :

Pertama, waktu yang dihabiskan anak bersama keluarga lebih banyak dibandingkan waktu mereka bersekolah. Untuk itu, penanaman nilai-nilai islami tidak boleh lupa dilakukan oleh orang tua (keluarga). Sebab hanya orang tua yang bisa mengontrol kehidupan pribadi anak selama di rumah. Orang tua juga, terutama ayah, yang paling berperan dalam langkah awal membentuk pribadi anak yang baik, yakni dengan memilih calon ibu yang baik bagi anak-anaknya. Demikian pula akan sia-sia upaya sekolah dalam mendidik anak, apabila tidak didukung orang tua dalam menjaga akhlak anak-anaknya selama di rumah. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya, jika Allah menghendaki suatu kebaikan bagi suatu keluarga, maka Allah memasukkan kelemah-lembutan kepada mereka. Sekiranya kelemah-lembutan itu adalah peringai, niscaya manusia tidak akan melihat suatu peringai yang lebih baik lagi darinya. Dan sekiranya kekerasan itu adalah peringai niscaya manusia tidak akan melihat suatu bentuk yang lebih jelek daripadanya.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

Dr. Abdullah Nashih Ulwan (2007: 168) menyampaikan sebagian petunjuk dan wasiat Rasulullah SAW dalam hal pendidikan iman :

  1. Membuka kehidupan anak dengan kalimat laa ilaaha illallaah
  2. Mengenalkan hukum-hukum halal dan Haram kepada Anak sejak dini
  3. Menyuruh anak Untuk beribadah ketika telah memasuki usia tujuh tahun
  4. Mendidik anak untuk Mencintai Rasul, Keluarganya, dan membaca Al-Quran.

Beberapa langkah di atas, tidak bisa tidak harus melibatkan orang tua atau keluarga dalam pelaksanaannya. Tanpa pondasi iman yang kuat yang ditanamkan oleh pihak keluarga, maka sebagus apapun sistem pendidikan, tidak akan menjamin keindahan moral anak didiknya.

Kedua, lingkungan pertemanan atau kehidupan masyarakat juga sangat berpengaruh dalam membentuk moral anak. Dalam banyak kesempatan Rasulullah SAW bersabda : “Seseorang itu akan terpengaruh agama temannya. Oleh karena itu, hendaklah salah seorang di antara kamu memperhatikan siapa temannya itu.” (HR. At-Tirmidzi).

Untuk itu, mewujudkan masyarakan yang islami menjadi tugas para aktivis dakwah yang harus terus diupayakan. Bukan saja untuk menjadikan moralitas masyarakat menjadi baik di saat itu, tapi juga sebagai jalan untuk mewujudkan kebaikan moral pada generasi berikutnya.

Dan Fakta pun berbicara

Dari 7 milyar lebih jumlah penduduk di Dunia, Islam merupakan agama terbesar dibandingkan agama-agama lain. 22,43% penduduk di dunia ini adalah muslim, sisanya Kristen Katolik 16.83%, Kristen Protestan 6.08%, Orthodok 4.03%, Anglikan 1.26%, Hindu 13.78%, Buddhist 7.13%, Sikh 0.36%, Jewish 0.21%, Baha’i 0.11%, Lainnya 11.17%, Non Agama 9.42%, dan Atheists 2.04%.

Demikian pula, Islam merupakan agama dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di dunia. Antara 1990 sampai 2000, diperkiraan sekitar 12.5 juta orang dari berbagai agama, pindah ke agama Islam. Perkembangan jumlah pemeluk agama Islam yang paling cepat terjadi di Australia  dan Oceania/Pacific 257.01%; kemudian berturut-turut diikuti oleh Eropa 142.35%.

Lantas apa yang membuat banyak orang berbondong-bondong masuk ke agama ini? Ya, karena mereka mulai menyadari, bahwa islam adalah solusi atas segala permasalahan yang mereka hadapi. Islam adalah jawaban atas pertanyaan bagaimana cara menjalani hidup dan mengelola bumi. Wallahu a’lam bishowab

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran Al-Kariim

Nasih Ullwan, Ahmad. 2007. Pendidikan Anak Dalam Islam. Jakarta : Pustaka Amani

http://www.aborsi.org/statistik.htm (Diakses tanggal 6 Februari 2016)

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/14/01/13/mzbetu-hari-ini-islam-jadi-agama-terbesar-di-dunia (Diakses tanggal 6 Februari 2016)

https://pentasatriya.wordpress.com/2014/09/08/apakah-islam-sebagai-penyebab-kemerosotan-moral-manusia-ataukah-justru-sebagai-solusi-terbaik/ (Diakses tanggal 6 Februari 2016)

http://sopiyantirafi.blogspot.co.id/2014/06/jejak-ekologis.html (Diakses tanggal 7 Februari 2016)

http://wahyuchaem.mywapblog.com/tahap-atau-teori-teori-perkembangan-kota.xhtml (Diakses tanggal 7 Februari 2016)

http://www.perpusmuslim.com/2015/07/dampak-negatif-lgbt.html (Diakses tanggal 7 Februari 2016)

www.academia.edu/8837628/RELEVANSI_KHAMR_DAN_NARKOBA_DALAM_HUKUM_ISLAM (Diakses tanggal 7 Februari 2016)

https://husnunnisaabbas.wordpress.com/2015/03/24/pengaruh-lingkungan-terhadap-perkembangan-anak/ (Diakses tanggal 7 Februari 2016)Presentasi_Mau Jadi APa Bumi Tanpa Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s